Sejarah Penggunaan Minyak Bumi

Sejarah Penggunaan Minyak Bumi

Sejarah Penggunaan Minyak Bumi
Sejarah Penggunaan Minyak Bumi

Ketika industri eksplorasi belum berkembang, penggunaan minyak bumi disubstitusikan dengan penggunaan minyak ikan paus sebahai sumber bahan bakar untuk keperluan rumah tangga.

Pada saat itu minyak ikan paus adalah salah satu sumber bahan bakar penting yang dicari oleh pasar.

Hingga sampai minyak paus dirasakan mulai langka di pasaran setelah sulitnya menemukan ikan paus di lautan akibat perburuan secara masif yang terjadi seluruh lautan. 

Tercatat lebih dari 700 kapal pemburu ikan paus beroperasi di seluruh lautan dunia pada 1840-an, yang merupakan masa kejayaannya, merujuk Haley Zaremba dalam What Can We Learn from Peak Whale Oil (2019).

Cahaya lampu yang bersumber dari pembakaran minyak paus memang jauh lebih baik dari lilin karena lebih terang, tahan lama.

Bau dan polusinya juga lebih sedikit. Namun, minyak paus sangat mahal sehingga hanya kalangan terbatas saja yang dapat memanfaatkannya.

Sebenarnya sejumlah alternatif sumber energi tersedia di masa itu.

Namun, Bissell menganggap minyak bumi sebagai pilihan terbaik meski masih sangat terbatas digunakan.

Bissell bersemangat melanjutkan pencarian lokasi sumber minyak bumi baru untuk membuat proses distilasi berskala komersial.

Bersama enam orang rekan bisnisnya, ia mendirikan Pennsylvania Rock Oil Company pada 1854.

Perusahaan ini disebut-sebut sebagai perusahaan minyak pertama di Amerika Serikat. Mereka membuat rencana untuk pencarian minyak bumi (petroleum) dalam kuantitas besar.

Bissell pula yang pada awalnya mencetuskan ide memompa minyak dari bumi.

Ia terinspirasi cara kerja pompa air seperti yang tertera pada sebuah iklan milik Kier’s oil.

Untuk mewujudkan ide itu, Drake melalui payung Seneca Oil Company (Perusahaan minyak baru yang dibentuk tahun 1858) ditugaskan melakukan investigasi rembesan minyak yang mengganggu operasi pemboran sumur air garam milik warga setempat di Titusville.

Berbekal informasi tersebut, Drake meyakini desa kecil bernama Oil Creek di tengah Perkebunan Hibbard Titusville sebagai lokasi yang tepat.

Drake mempelajari operasi pemboran tradisional dengan penggalian yang sedang dilakukan warga setempat untuk mengekstraksi garam dan air.

Awalnya Drake memakai cara yang sama, namun gagal karena hanya mampu membuat sumur dangkal.

Baca Juga: Perkembangan Akuisisi Perusahaan Tambang Batu Bara

Belajar dari kegagalan itu, ia melanjutkan inovasi Bissell dengan mencoba teknik pengeboran baru agar bisa menjangkau batuan lebih dalam yang diduga menjadi sumber akumulasi minyak di sekitar tempat penemuan rembesan minyak.