Sejarah Awal Mula Pertambangan Batu Bara Indonesia

Sejarah Awal Mula Pertambangan Batu Bara Indonesia

Sejarah-Awal-Mula-Pertambangan-Batu-Bara-Indonesia
Sejarah Awal Mula Pertambangan Batu Bara Indonesia

Batubara mulai menjadi komoditas berharga dunia saat keberhasilan manusia menciptakan lokomotif mesin uap.

Batubara menjadi langsung menjadi primadona ketika manfaat batubara diketahui sebagai bahan bakar yang sangat efisien untuk memanaskan tungku pembakaran.

Perkembangan penggunaan batubara di dunia mendorong revolusi industri di Eropa (abad 19), menggerakkan lokomotif mesin uap, juga mesin pemintal kain. Era revolusi Industri menjadi zaman keemasan batubara.

Sedangkan pertambangan batu bara di Indonesia dimulai secara terbuka dibawah pengawasan kesultanan dan sudah mulai beroperasi di Kalimantan menjelang abad ke-19, yang menghasilkan batubara bermutu rendah dalam jumlah kecil untuk penggunaan setempat.

Tambang kecil milik negara di Palaran dekat Tenggarang di kesultanan Kutai merupakan suatu contoh yang khas.

Tambang batubara Modern yang pertama di Kalimatan adalah tambang “Oranje Nassau’ yang dibuka oleh Belanda di Pengaron, Kalimantan Selatan pada tahun 1849.

Tambang tersebut lebih diarahkan untuk menunjukkan hak Belanda terhadap kekayaan mineral pulau itu dan bukan karena potensi komeresialnya.

Baca Juga: Gasifikasi Batu Bara Berpotensi Mundur

Dengan pertimbangan serupa Inggris mendirikan “British North Borneo Company” untuk bekerja di Sabah, kerena mereka tertarik kepada tambang batubara di Labuan.