Sebagian Negara Eropa Tak Ingin Cepat Ninggalin PLTU

Must read

Kanselir Jerman Angela Merkel, yang menjadi salah satu perwakilan negara Eropa mengatakan, pihaknya saat ini menolak tuntutan untuk mempercepat meninggalkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berbahan bakar batu bara. 

Dalam keterangan resminya pada Sabtu (15/05/2021) lalu, Merkel menyampaikan penolakan tersebut secara terang-terangan. Jerman masih akan tetap berkomitmen pada rencana awal untuk mengakhiri penggunaan PLTU pada tahun 2038.

Ia menyebutkan, bagi yang terdampak tetap memerlukan keandalan dalam fase menuju netralitas iklim.

“Mereka yang terkena dampak membutuhkan keandalan dalam perjalanan menuju netralitas iklim. Saya tidak ingin menguraikan hal ini lagi setelah satu tahun,” kata Merkel.

Adapun dari pihak aktivis lingkungan menyebutkan, tanpa adanya penghapusan batu bara lebih awal, maka target pemerintahan Merkel untuk menjaga perubahan iklim tidak akan terpenuhi.

Pasalnya dalam Rancangan Undang-Undang mencanangkan jika Jerman mempunyai target mengurangi emisi karbon sebesar 65% pada 2030 dan net zero pada 2045. Target tersebut naik dari target awal, di mana pada tahun 2030 pengurangan emisi karbon mulanya hanya 55% dan net zero emisi pada 2050.

Rencana ini menyusul adanya putusan pengadilan pada bulan lalu yang menyatakan bahwa Undang-Undang tahun 2019 gagal dalam memastikan perlindungan iklim yang memadai.

Sebagai informasi, perubahan iklim yang semakin terasa membuat bangsa-bangsa, termasuk Indonesia berkomitmen untuk beralih dari energi fosil ke energi baru terbarukan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk menyukseskan pembangunan ekonomi yang rendah karbon.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, untuk bertahan dalam tekanan industri batu bara di pasar global bagi para pelaku usaha adalah dengan bergerak ke sektor hilirisasi batu bara.

Luhut menegaskan, hilirisasi batu bara juga menjadi peluang bagi para pelaku usaha dalam menghadapi tantangan tersebut. Apalagi Indonesia sendiri  masih memiliki sekitar 37 miliar ton cadangan batu bara dan 149 miliar ton sumber daya batu bara yang bisa dimanfaatkan.  

Baca Juga : Begini Skenario PLN Menghentikan PLTU

“Hasilnya, kampanye ini semakin menekan industri batu bara sehingga mau tidak mau para pelaku usaha sektor batu bara perlu memutar otak agar terus dapat bertahan,” pungkas Luhut.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article