Saham Tambang Cerah Menghijau

Saham Tambang Cerah Menghijau

Saham Tambang Cerah Menghijau
Saham Tambang Cerah Menghijau

Pekan ini lantai bursa diselimuti kebahagiaan.. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 19,82 poin atau 0,40 persen ke level 4.926,36.

Ada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (29/9/2020). Penguatan indeks antara lain ditopang penguatan saham emiten pertambangan.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka di level 4.929,33 dan bergerak di level 4.922,26 hingga 4.950,96. Di awal perdagangan, IHSG sempat menguat 0,8 persen.

Total transaksi perdagangan saham mencapai 6,78 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp. 3,61 triliun. Investor asing mencetak nilai beli bersih sebanyak Rp. 2,26 miliar.

Sebanyak 217 saham menguat, 165 saham melemah, dan 325 saham stagnan.

Indeks Jakmine yang berisi saham-saham pertambangan menguat 1,31 persen dan menjadi salah satu penopang penguatan indeks.

Empat saham emiten pertambangan papan atas kompak mencetak penguatan. Saham PT. Indika Energy Tbk. Naik 6,56 persen, disusul PT. Adaro Energy Tbk. sebesar 4,42 persen.

Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. dan PT Bukit Asam Tbk. mengekor dengan kenaikan masing-masing 3,41 persen dan 2,03 persen.

Berikutnya saham-saham terkait batu bara yang juga naik adalah PT Harum Energy Tbk. dan PT Delta Dunia Makmur Tbk. Kedua saham itu naik masing-masing 2,20 persen dan 6,14 persen.

Saham batu bara terkerek seiring dengan kenaikan harga baru bata. Berdasarkan data Bloomberg, kontrak paling aktif untuk November 2020 di bursa Newcastle naik 0,41 persen ke posisi US$60,65 per ton.

Selain saham di sektor pertambangan, penguatan IHSG juga ditopang pergerakan harga saham sektor finansial. 

Baca Juga: Indonesia Mulai Uji Coba Energi Samudra

Indeks Jakfin yang berisi saham-saham di sektor keuangan naik 0,72 persen. Saham PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. naik masing-masing 1,45 persen dan 0,65 persen. Saham kedua emiten itu memiliki kapitalisasi pasar paling besar di Bursa Efek Indonesia

Sementara itu, saat IHSG ditutup di sesi pertama bursa Asia bergerak bervariasi. Indeks Topix Jepang turun 0,11 persen. Begitu juga dengan indeks Hang Seng Hong Kong sebesar 0,25 persen.

Indeks Kospi Korea Selatan dan CSI300 Shenzhen di sisi lain naik masing-masing 1 persen dan 0,48 persen.