Saham – Saham Hoki Pada Imlek

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada Sabtu (25/1/2020), ada sejumlah saham – saham hoki pada Imlek tahun ini.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Liza Camelia Suryanata menyampaikan berdasarkan feng shui, tahun 2020 merupakan tahun tikus logam yang berhubungan dengan unsur logam dan tanah. Oleh karena itu, saham yang berkaitan dengan emiten properti dan pertambangan logam diperkirakan meraih hoki.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Liza Camelia Suryanata menyampaikan berdasarkan feng shui, tahun 2020 merupakan tahun tikus logam yang berhubungan dengan unsur logam dan tanah. Oleh karena itu, saham yang berkaitan dengan emiten properti dan pertambangan logam diperkirakan meraih hoki.

Dari sisi fundamental, emiten properti dapat meningkatkan pemasaran pada tahun ini setelah cenderung menunda launching dan menekan harga jual pada 2019. Segmen yang paling berkembang masih di kelas menengah bawah dengan harga maksimal Rp500 juta per unit.

“Perbankan juga menggencarkan kredit, sehingga turut membantu sektor properti,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (23/1/2020).

Adapun, saham pertambangan logam yang menjadi favorit Liza adalah PT Vale Indonesia Tbk. (INCO). Perusahaan memproduksi nikel kelas tinggi yang digunakan untuk bahan baku lithium baterai, sehingga margin penjualan lebih besar.

Saham-Saham-Hoki-Pada-Imlek
Saham – Saham Hoki Pada Imlek

INCO juga memiliki proyek smelter jangka panjang hingga 2024 dengan mengalokasikan belanja modal bertahap sebesar Rp70 triliun. Di sisi lain, harga nikel global cenderung menguat seiring dengn rencana pemerintah menyetop ekspor dalam bentuk bijih.

Dalam jangka pendek, sambung Liza, investor juga dapat memantau saham-saham dengan sentimen yang prospek kinerja positif dan giat melakukan aksi korporasi, seperti PGAS, WSKT, MEDC, dan GIAA.

Saham PGAS

Saham PGAS sudah mendekati support Rp1.900. Bila level tersebut tembus, investor dapat melakukan buy on weakness (BOW).

Baca Juga : Angin Segar untuk Kontraktor Batu Bara!

Adapun, saham WSKT berpotensi meningkat seiring dengan perbaikan kinerja. Perusahaan menerima dana segar Rp44 triliun pada 2019, sehingga membuat arus kas dalam laporan keuangan berpotensi berbalik psoitif.

Saham MEDC terdorong sejumlah rencana aksi korporasi perseroan. Setelah menerbitkan obligasi global, perusahaan akan menggenjot ekspansi dan meningkatkan produksi migas dari anak-anak usaha yang baru diakuisisi.

Adapun, perubahan manajemen di tubuh GIAA dapat mendongkrak optimisme pasar terhadap prospek kinerjanya. Namun, secara teknikal harga sahamnya baru akan rebound setelah menuju kisaran Rp400—Rp410.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menyampaikan saham-saham yang meningkat dalam jangka pendek terkait dengan perayaan Imlek adalah BBRI (target Rp4.800), ACES (Rp1.700), RALS (Rp1.300), LPPF (Rp4.200), dan INDF (Rp8.250).

“Ada beberapa pilihan saham [terkait Imlek] di sektor ritel, dan beberapa yang sedang potensi uptrend,” imbuhnya.