Saham Batubara dan Migas Tersungkur

Harga saham emiten batubara dan migas tersungkur menyusul penurunan harga minyak dunia hingga 30%. Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun lebih dari 10%.

Nasib yang sama dialami oleh saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan saham PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (ITMG) masing-masing turun 7,35% dan 7,19% menjelang penutupan perdagangan hari Senin (9/3/2020).

Sementara itu, harga saham emiten produsen minyak dan gas terlebih dahulu turun sangat tajam, seperti, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) anjlok hingga 14,29% ke level Rp 570.

Koreksi tajam juga menimpa emiten gas, yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar 10,04%. Emiten yang berkaitan dengan minyak seperti PT Elnusa Tbk (ELSA) turun 13%.

Saham Batubara dan Migas Tersungkur
Saham Batubara dan Migas Tersungkur

Hampir semua saham pada perdagangan hari ini merah “membara” yang berkontribusi pada penurunan Indeks Harga Saham Gabungan turun 5% lebih ke level 5.199.

Kepanikan melanda investor karena kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi terkait meluasnya wabah virus corona dan anjloknya harga minyak hingga 30%.

Kejadian ini terjadi dalam perdagangan awal setelah kegagalan OPEC untuk mencapai kesepakatan dengan sekutunya mengenai pengurangan produksi.

Baca Juga : Meneropong Prospek Saham Tambang Batu Bara 2020

Hal itu menyebabkan Arab Saudi memangkas harga karena dilaporkan akan bersiap untuk meningkatkan produksi, yang menyebabkan kekhawatiran perang harga habis-habisan.

Patokan internasional, berjangka minyak mentah Brent, anjlok 30% menjadi US$ 31,02 per barel, level terendah sejak Februari 2016.

Minyak mentah menengah Texas Barat turun 27% menjadi US$ 30 per barel, juga level terendah sejak Februari 2016.