Saham Batu Bara Naik Ditengah Pandemi

Saham Batu Bara Naik Ditengah Pandemi

Saham-Batu-Bara-Naik-Ditengah-Pandemi
Saham Batu Bara Naik Ditengah Pandemi

Pada perdagangan hari ini Selasa (2/6/2020) saham-saham sektor pertambangan batubara sesi I terpantau mengalami kenaikan.

Di tengah naiknya harga batu bara termal Newcastle kontrak pada perdagagangan kemarin. Senin (1/6/2020) naik US$ 2,4 atau bertambah 4,45% menjadi US$ 56,3/ton.

Salah satu faktor pemicu melesatnya harga batu bara adalah kenaikan harga minyak mentah.

Harga minyak semakin mendekati US$ 40/barel untuk jenis Brent yang merupakan acuan internasional.

Batu bara dan minyak merupakan sumber energi primer. Walau penggunaannya berbeda, minyak untuk bahan bakar transportasi dan batu bara untuk pembangkit listrik, kenaikan harga minyak yang signifikan turut jadi sentimen positif bagi harga batu bara.

Kembali dibukanya perekonomian juga turut jadi faktor yang membuat harga si batu hitam membaik seiring dengan munculnya harapan bahwa permintaan listrik untuk sektor komersial dan industri yang sempat anjlok berangsur-angsur membaik.

Namun terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh komoditas batu bara ke depan seperti tekanan dari para pembuat kebijakan untuk semakin beralih ke sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, tingginya stok di India dan kemungkinan impor China yang lebih rendah karena beralih ke pasokan domestik hingga hubungan Asutralia-China yang panas.

Baca Juga: Ekonomi China Pulih, Harga Komoditi Tambang Naik

Pemerintah China sendiri sedang berupaya melindungi industri batu bara domestik dengan membatasi impor.

Yu Zhai, Konsultan Senior Wood Mackenzie, memperkirakan impor batu bara China pada semester II-2020 adalah sekitar 80 juta ton.

Turun sampai 25,23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.