Saham ANTM Cetak Rekor Transaksi Tembus Rp2 T

Saham ANTM Cetak Rekor Transaksi Tembus Rp2 T

Saham ANTM dari PT Aneka Tambang Tbk. mencetak rekor all time high baru dengan total total perdagangan mencapai 797,3 juta lembar dan nilai transaksi Rp2,34 triliun. Investor asing pun langsung mencetak net buy sebesar Rp50,15 miliar.

Saat ini, laju saham PT Aneka Tambang Tbk. memang kian cemerlang setelah mencetak rekor baru sepanjang masa (all time high) di sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (13/1/2021).

Saham ANTM kian naik di tengah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang telah dimulai perdana hari ini.

Saham Antam dibuka di posisi 2.850 atau menguat 80 poin dari posisi penutupan kemarin.

Di sesi pertama, saham ANTM ditutup 260 poin atau 9,39 persen ke level 3.030. Level ini yang memecahkan rekor all time high sebelumnya.

Bila dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga saham ANTM hingga sesi pertama hari ini sudah naik 38 persen.

Sementara itu, bila melihat periode tahunan atau year on year, saham ANTM meroket 369 persen.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan sesi pertama Rabu (13/1/2021). Indeks menguat di tengah pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: DEN: Batu Bara Bisa Dimanfaatkan Jadi Pengganti LPG

IHSG menguat 32 poin atau 0,51 persen ke level 6.428. Indeks sempat naik 1,02 persen saat pembukaan dan bergerak di rentang 6.393,89 hingga 6.460,65 sepanjang sesi pertama.

Sebanyak 216 saham menguat, 248 saham melemah, dan 149 saham stagnan. Kinerja di sesi pertama sekaligus melanjutkan tren positif dan ditutup menguat 0,2 persen ke level 6.395,66 pada perdagangan kemarin.

Kenaikan saham IHSG dan ANTM tidak lepas dari Presiden Joko Widodo yang telah disuntik vaksin buatan Sinovac pada 13 Januari 2020 di Istana Merdeka.

Vaksinasi tersebut dilakukan bersama sejumlah perwakilan dari elemen masyarakat, mulai dari pengusaha, tokoh agama, buruh, dan perwakilan profesi.

Presiden menekankan, vaksinasi harus dilakukan guna memutuskan rantai penyebaran virus corona.

Vaksinasi akan memberikan perlindungan kesehatan, keselamatan, dan keamanan bagi masyarakat Indonesia.

“Ini juga membantu percepatan proses pemulihan ekonomi,” ujar Jokowi di depan Istana Negara, Rabu (13/1/2021).