Saham ANTM Amblas Akibat Gugatan Ganti Rugi

Saham ANTM Amblas Akibat Gugatan Ganti Rugi
Saham ANTM Amblas Akibat Gugatan Ganti Rugi

Saham ANTM milik PT Aneka Tambang Tbk. amblas sampai 3,8% pada awal perdagangan hari Senin (18/1/2021) akibat gugatan ganti rugi yang diajukan oleh pengusaha asal Surabaya, Budi Said. 

Penurunan saham ANTM bersamaan dengan sentimen putusan Pengadilan Negeri Surabaya terkait gugatan ganti rugi 1,1 ton emas. 

Saham ANTM dibuka di level turun 120 poin atau 3,8 persen dibandingkan dengan posisi penutupan Jumat (15/1/2021) ke level 3.000 .

Padahal, sejak awal tahun hingga pekan lalu, saham ANTM sudah naik 42 persen. 

Saham ANTM terus tertekan di menit-menit awal perdagangan. Pada pukul 09.01 WIB, saham ANTM terpantau turun dari level 3.000 ke posisi 2.950, turun 5,45 persen. 

Saham ANTM diperdagangkan sebanyak 29,34 juta lembar senilai Rp 87,43 miliar.

Terdepresiasinya saham emiten Pelat merah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), juga anjlok parah 6,73% ke level ARB-nya di harga Rp2.970/unit. 

Pengadilan Negeri Surabaya mengabulkan gugatan pengusaha asal Surabaya, Budi Said, pada Jumat (15/1/2021), dengan nomor perkara 158/Pdt.G/2020/ PN Sby.

Emiten berkode saham ANTM itu dinyatakan terbukti telah berbuat melawan hukum atas hilangnya 1.136 kilogram atau 1,1 ton emas yang dibeli Budi Said setara Rp817,4 miliar.

Pengusaha asal Surabaya ini mengaku telah membeli 7 ton emas di Butik Emas Logam Mulia Surabaya setelah ditawarkan diskon harga oleh beberapa oknum pekerja di gerai resmi tersebut.

Namun, Budi hanya menerima 5,9 ton emas dari keseluruhan emas yang dibeli dan sisanya, sebesar 1,1 ton tidak dia terima.

Baca Juga: Catat! Pemerintah Akan Ubah Tarif Royalti Batu Bara

Nyatanya, ANTM tidak pernah menerapkan harga diskon dan hanya bertransaksi dengan harga yang dikeluarkan secara resmi oleh perseroan. 

ANTM melalui kuasa hukumnya akan menempuh upaya hukum dengan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Surabaya terhadap kasus itu.

Selain aksi profit taking para investor, ANTM juga mendapatkan sentimen negatif lain, yakni ANTM dituntut membayar kerugian senilai Rp 817,4 miliar atau setara 1,1 ton emas (1.136 kilogram emas) kepada Budi Said. 

Keputusan ini belum inkracht dan ANTM sudah menunjukkan niat untuk naik banding.