Rogoh Rp 544 M, Indika Ekspansi Tambang Emas di Sulsel

Anak usaha emiten migas, PT. Indika Energy Tbk (INDY) yakni Indika melakukan ekspansi tambang emas Awak Mas di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Rogoh-Rp-544-M-Indika-Ekspansi-Tambang-Emas-di-Sulsel
Rogoh Rp 544 M, Indika Ekspansi Tambang Emas di Sulsel

Dengan melakukan penyertaan saham senilai US$ 40 juta atau setara dengan Rp. 544 miliar (asumsi kurs Rp. 13.600/US$) di PT. Masmindo Dwi Area (Masmindo).

Masmindo adalah anak usaha Nusantara Resources Ltd (NUS). Perusahaan yang tercatat di Bursa Australia yang juga menjadi mitra Indika yang mengelola tambang tersebut.

Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono mengatakan bahwa perseroan sudah melakukan non-binding term sheet (kemitraan tidak mengikat) dengan Nusantara, Indika, PT. Petrosea Tbk (PTRO, anak usaha Indika), dan Masmindo untuk proyek Awak Mas.

Penyertaan modal itu terbagi dari dua tahap. Pertama, IMI akan melakukan penyertaan modal sebesar 25% dengan nilai total US$ 15 juta atau Rp 204 miliar.

“Penyertaan tahap pertama ini hanya dapat dilaksanakan apabila disetujui RUPS Nusantara dan disetujui Kementerian ESDM,” kata Adi Pramono, dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa malam (25/2/2020).

Setelah menyelesaikan penyertaan tahap pertama, maka IMI dan Nusantara masing-masing akan menjadi pemilik 25% dan 75% dari total modal saham ditempatkan dan disetor Masmindo.

Adapun tahar kedua, IMI memiliki hak, namun bukan kewajiban, untuk melakukan penyertaan sebesar 15% saham tambahan di Masmindo, dengan nilai total US$ 25 juta atau Rp 340 miliar.

Sama dengan penyertaan tahap pertama, penyertaan tahap kedua ini pun harus disetujui RUPS Nusantara dan disetujui Kementerian ESDM, serta adanya persetujuan untuk menambang dari Masmindo.

Jika skema penyertaan tahap kedua rampung, IMI dan Nusantara masing-masing akan menjadi pemilik dari 49% dan 60% dari total modal saham ditempatkan dan disetor Masmindo.