Rezeki Omnibus Law Bagi Emiten Tambang Batu Bara

Rezeki Omnibus Law Bagi Emiten Tambang Batu Bara

Rezeki Omnibus Law Bagi Emiten Tambang Batu Bara
Rezeki Omnibus Law Bagi Emiten Tambang Batu Bara

Di tengah pelemahan harga batubara, Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Omnibus Law menjadi angin segar bagi emiten pertambangan batubara.

Salah satu bentuk insentif yang dilakukan pemerintah adalah berupa relaksasi royalti sampai dengan 0%.

Dalam Pasal 128A, yang merupakan pasal sisipan di antara pasal 128 dan 129 disebutkan bahwa pelaku usaha yang melakukan peningkatan nilai tambah batubara, dapat diberikan perlakuan tertentu terhadap kewajiban penerimaan Negara.

Pemberian perlakuan tertentu terhadap kewajiban penerimaan negara sebagaimana dimaksud  adalah kegiatan peningkatan nilai tambah batubara dapat berupa pengenaan royalti sebesar 0%.

Relaksasi royalti ini bisa berdampak positif bagi emiten tambang batubara.

Manfaat ini terutama dirasakan bagi emiten  yang bersedia untuk melakukan investasi dalam rangka menaikkan nilai tambah komoditas, baik melalui proses hilirisasi maupun pemanfaatan batubara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Di tengah penurunan permintaan dari batubara sendiri secara global, kami melihat dampak ini lebih untuk jangka panjang, karena Indonesia tentu tidak akan bertahan hanya dengan melakukan ekspor.

Dengan adanya kewajiban hilirisasi yang menjadikan batubara lebih bernilai, tentu komoditas emas hitam ini dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi sehingga menjadi katalis yang positif bagi emiten tambang batubara.

Baca Juga: Ini Sumber Energi Primadona Masa Depan!

Selain itu, beberapa poin dalam omnibus law  memang memudahkan perusahaan batubara untuk memperpanjang izin operasionalnya.