Rencana Pemerintah Pasang Smart Grid Hingga 2024

Pembangunan Smart Grid sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta telah ditetapkan dalam pengembangan sistem operasional di Jawa-Bali. Targetnya, setiap tahun mulai dari 2020 sampai 2024 akan diinstal lima sistem baru di Jawa-Bali. Dalam lima tahun ke depan, direncanakan akan dibangun 25 sistem Smart Grid baru.

Teknologi Smart Grid merupakan strategi yang diupayakan oleh Pemerintah dalam penyediaan listrik nasional, memberikan listrik dengan harga terjangkau kepada masyarakat.

Munir Ahmad selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, mengatakan, pemanfaatan teknologi Smart Grid tidak terbatas pada konsumen listrik perkotaan dan skala besar, teknologi Smart Grid juga dapat dimanfaatkan pada Smart Microgrids skala kecil di pedesaan dan daerah terpencil dengan akses yang sulit ke jaringan transmisi. 

Seperti diketahui, Smart Grid merupakan sistem jaringan tenaga listrik yang dilengkapi dengan teknologi informasi dan teknologi komunikasi canggih yang dapat memungkinkan sistem pengaturan tenaga listrik secara efisien, menyediakan keandalan pasokan tenaga listrik yang tinggi, pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (EBT) dan memungkinkan partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik.

Baca Juga : Akhir Tahun Beli Mobil Listrik Bebas Pungutan Pajak!

Sementara itu, Koordinator Kerjasama Ketenagalistrikan Senda H. Kanam menyatakan bahwa, konsep Smart Grid ini mengikuti tren industri 4.0, di mana konsumen dalam hal ini juga dapat berperan sebagai produsen, yakni dapat memproduksi, menyimpan dan menjual listrik kepada penyedia atau sesama konsumen listrik.