Rekayasa dan Konstruksi Petrosea

Rekayasa dan Konstruksi Petrosea
Rekayasa dan Konstruksi Petrosea

Pada tahun 2017, Petrosea meneruskan strateginya untuk menyeimbangkan kinerja seluruh lini bisnisnya. Pada lini bisnis Rekayasa dan Konstruksi (E&C), Perusahaan berfokus di sektor sipil, mekanikal dan elektrikal/instrumental.

Dengan implementasi strategi bisnis Perusahaan yang tepat, pada tahun 2017 lini bisnis Rekayasa & Konstruksi membukukan revenue sebesar US $70,24 juta.

Selain itu, lini bisnis ini berhasil mencapai 3.480.698 jam kerja tanpa kecelakaan yang mengakibatkan hari kerja hilang (LTI Free) dari Januari hingga Desember 2017. Keberhasilan ini tidak lepas dari beberapa indikator di antaranya adanya sumber daya manusia yang ahli, berkualitas, kompeten pada bidangnya masing-masing, serta mengedepankan penerapan manajemen mutu dan K3L untuk mencapai zero LTI. Namun, Perusahaan tetap melakukan kajian ulang bersama dengan pihak ahli terhadap seluruh prosedur dan sistem pengawasan yang telah ada.

Indikator keberhasilan tersebut membuahkan berbagai hasil yang positif, termasuk kepuasan klien pada proyek-proyek Rekayasa & Konstruksi yang telah diselesaikan serta yang masih berjalan saat ini.

Baca juga artikel terkait Rekayasa dan Konstruksi Petrosea: Tanggung Jawab Petrosea Kepada Konsumen

Proyek Lampunut Road

Pada tanggal 7 Juni 2017, E&C telah menandatangi kontrak proyek Lampunut Road, Bridge and Earthworks Construction, yang berlokasi di Kalimantan Tengah untuk konstruksi jalan di dua area tambang (Lampunut dan Haju) dan pekerjaan tanah di area CHPP Lampunut. Kontrak pekerjaan ini juga termasuk pembangunan empat jembatan dan dua underpass. Nilai kontraknya adalah sebesar US$ 1,27 triliun untuk estimasi jangka waktu dua tahun.

Pada tahun 2017, Petrosea masih meneruskan kontrak kerja dengan PT Freeport Indonesia untuk proyek Construction Services Agreement for Levee Stockpile (Ref. No. TP1500131-001-000-000). Durasi pekerjaan proyek ini adalah 48 bulan sejak penandatangan kontrak pada tahun 2015 dengan nilai kontrak sebesar US $158,76 juta. Lingkup pekerjaan yang dilakukan mencakup pembangunan tanggul, pemeliharaan jalan masuk serta penggalian tanah timbunan di sekitar tanggul. Volume penggalian diperkirakan akan mencapai 6,72 juta BCM untuk tanggul barat dan 6,14 juta BCM untuk tanggul timur.

Guna memastikan bahwa proyek Levee diselesaikan tepat waktu, Petrosea mempekerjakan hampir 336 karyawan. Sejauh ini, proyek ini menunjukan kinerja yang positif dimana pelaksanaannya telah mencapai 71,55% atau 13,20% lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Sampai dengan Desember 2017, pendapatan dari proyek Levee mencapai US $55,37 juta dengan rata-rata pemasukan US $4,61 juta per bulan untuk tahun 2017.