Raut Wajah Emiten Batu Bara saat Tsunami Covid di India

Must read

India yang kini menghadapi tsunami Covid-19 gelombang ketiga membuat raut wajah emiten batu bara berubah drastis.

Pasalnya berkurangnya impor dari negara tersebut memberikan tekanan signifikan bagi para produsen yang kinerjanya mulai mengalami pemulihan.

“Dalam beberapa bulan mendatang, permintaan impor kemungkinan akan terpengaruh lonjakan kasus Covid-19, tingginya stok yang masih ada, dan harga naik di pasar global,” ungkap peneliti sekaligus CEO perusahaan periset batu bara Mjunction Vinaya Varma pada Minggu (2/5/2021).

Adanya sinyal penurunan tersebut sudah terasa sejak Maret 2021. Impor batu bara non coking dari negara tersebut berkisar 12,12 juta ton, turun dari 13,16 juta ton pada Maret 2020. 

Dalam riset awal yang dilakukannya, Mjunction meramal jika pandemi tak kunjung menyurut, maka permintaan impor batu bara dari India bisa mengalami koreksi sampai 12,62 persen.

Dari belasan emiten tambang batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga Selasa (4/5/2021), setidaknya ada sekitar lima emiten yang merilis laporan keuangan untuk periode kuartal I/2021.

Kendati demikian, tidak semuanya mencatatkan perbaikan kinerja. Namun, sebagian besar kinerjanya memang tampak telah jauh membaik ketimbang rapor kuartal II/2020.

PT Indika Energy Tbk. (INDY) misal, meskipun wajah emiten batu bara saat ini membukukan kerugian, INDY justru berhasil meningkatkan kinerja perusahaan.

INDY membaca dengan saksama jika ekspor ke India kemungkinan bisa turun dalam beberapa bulan ke depan.

“Dengan keadaan India yang makin buruk, maka tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada pembatalan atau penundaan pengiriman batu bara ke depannya,” tutur Direktur INDY Retina Rosabai dalam paparan publik perseroan pada Senin (3/5/2021).

Dalam langkah terbaiknya, INDY melihat jika China diproyeksi perseroan bakal menjadi pasar alternatif. 

Baca Juga: Ini kata Pemerintah Tentang Produksi Batu Bara Drop 4%

Melalui ini INDY optimistis karena menguatnya permintaan dari Negeri Panda, yang sudah lebih dulu pulih dari dampak pandemi Covid-19, akan bisa menutup tekanan dari pasar India.

“Dengan jaringan pasar kami yang baik, jika terkendala pengiriman India semoga bisa kami alihkan ke China atau negara lain yang telah menjadi klien kami selama ini,” pungkasnya.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article