Ramalan Masa Depan Batu Bara

Menurut data historis, biasanya 3 bulan terakhir di akhir tahun maka permintaan batu bara akan naik. Hal ini disebabkan masyarakat negara musim dingin membutuhkan sumber energi tambahan untuk menghangatkan diri. Namun, hal ini tidak menjamin kenaikan harga batu bara di akhir tahun.

Selain itu, rilis data terbaru menunjukkan World Trade Volume (WTV) mengalami kontraksi yang lebih dalam yakni sebesar -0,6% (yoy) dibandingkan dengan rilis sebelumnya sebesar -0,4% (yoy). Data ini menunjukan penurunan volume perdagangan dunia. Hal tersebut otomatis menyebabkan penurunan kegiatan produksi di berbagai negara khususnya di emerging market Asia.

Baca juga artikel terkait Ramalan Masa Depan Batu Bara: Tren Penurunan Harga Batubara 2019

Masa Depan Batu Bara

Meski permintaan global menurun, tapi permintaan dalam negeri masih stabil karena menjadi sumber energi pembangkit listrik yang murah. Hingga akhir tahun diprediksi harganya akan stabil pada rentang pergerakan US $66-72 per ton.

Apalagi terdengar kabar bahwa Tiongkok sebagai konsumen batu bara terbesar di dunia akan membatasi impor batu bara di kuartal IV 2019. Tiongkok diprediksikan akan menetapkan level impor batu bara tahun ini sama dengan tahun lalu di level 281 juta ton. Jika demikian, impor batu bara bisa berkurang signifikan.

Dengan berbagai berita dan perkembangan ekonomi yang terjadi diperkirakan harga batu bara akan melanjutkan tren penurunan harganya. Permintaan penghangat musim dingin dan berita ekonomi positif diharapkan bisa meredam penurunan harga lebih lanjut.