Ramai-ramai Dijegal tapi Harga Batu Bara masih Kokoh

Must read

Berdasarkan hasil riset dari Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (Crea) mengungkapkan, walaupun aksi ramai-ramai mulai dari negara anggota G-7 menjegal batu bara karena diklaim tidak ramah lingkungan, tapi harga batu bara masih kokoh di angka US$ 122,1/ton per Senin, 14 Juni 2021. 

Selain negara-negara G-7, saat ini giliran China sebagai konsumen batu bara terbesar di dunia mulai beraksi. Pemerintah China berusaha untuk mengurangi emisi karbon dengan cara membatalkan beberapa investasi kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara luar negeri. 

“Jumlah kapasitas yang dibatalkan sejak 2017 adalah 4,5 kali lebih tinggi dari jumlah yang masuk ke konstruksi selama periode tersebut,” tulis hasil riset Crea seperti dikutip Reuters. 

Crea menjelaskan sejak 2016, 10 bank teratas yang terlibat dalam pembiayaan batu bara global adalah orang China. Sekitar 12% dari semua pembangkit listrik batu bara yang beroperasi di luar China dapat dikaitkan dengan bank, utilitas, produsen peralatan, dan perusahaan konstruksi China.

Baca Juga : Batu Bara Diprediksi Masih Berpotensi Naik di Bulan Juli

Tetapi meskipun 80 gigawatt kapasitas yang didukung China masih dalam proses, banyak proyek dapat menghadapi kemunduran lebih lanjut. Laporan itu mengklaim hal tersebut akibat perlawanan public yang meningkat dan pembiayaan menjadi lebih sulit.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article