PT Krakatau Steel Belum Masuk Holding Pertambangan

Direktur Utama Mining Industry Indonesia (Mind Id) Orias Petrus Moedak memberikan penjelasan terkait belum bergabungnya PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) ke dalam holding industri pertambangan.

Menurut dia, keputusan belum bergabungnya Krakatau Steel ini bergantung kemauan pemegang saham. Dirinya belum mengetahui tepatnya kapan Krakatau Steel disetujui untuk bergabung.

Krakatau Steel masih terpisah tidak masuk ke grup Mind Id. Namun masalah gabung ke dalam kami tidaknya lebih ke pemegang saham,” ujar dia pada acara IDX Economic Forum Jakarta, Rabu (29/1/2020).

PT-Krakatau-Steel
PT Krakatau Steel

Orias Petrus Moedak menjelaskan, apabila merujuk pada kelompok atau klaster yang sudah dibuat pemerintah, holding yang dipimpin Mind Id ini memang sudah mencangkup industri. Maka itu seharusnya Krakatau Steel bergabung.

Baca Juga : Workshop Tambang Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Mahasiswa Kaltim

“Jadi, bisnisnya Krakatau Steel masuk cluster kami. Apabila pertemuan di BUMN cluster pertambangan, itu ada Krakatau Steel,” ungkap Orias Petrus Moedak.

Orias Petrus Moedak juga menambahkan apabila Mind id gelar pertemuan, Krakatau Steel sering ikut. “Walaupun saat ini belum bergabung, kebijakan Mind Ide sudah diterapkan oleh Krakatau Steel,” kata dia.

Seperti diketahui, Mind Id menaungi lima perusahaan industri tambang di Indonesia, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Timah Tbk.