PT Indika Energy Memacu Diversifikasi Bisnis di 2021

Must read

PT Indika Energy Memacu Diversifikasi Bisnis di 2021
PT Indika Energy Memacu Diversifikasi Bisnis di 2021

PT Indika Energy Tbk (INDY) bertekad terus melakukan diversifikasi bisnisnya di tahun 2021.

Rencananya, INDY tak hanya fokus di sektor tambang batubara, melainkan juga di sektor bisnis lainnya.

Head of Corporate Communication Indika Energy Ricky Fernando mengatakan, perusahaan mencoba memanfaatkan momentum kenaikan harga batubara yang sudah mulai terjadi sejak akhir tahun lalu. 

Momentum tersebut dimanfaatkan INDY untuk meningkatkan target produksi batubara sebanyak 31,4 juta ton pada tahun 2021.  

Memang angka tersebut sebenarnya lebih rendah dibandingkan target produksi batubara yang dicanangkan pada tahun 2020 silam yang sebesar 33 juta ton.

Pengurangan target produksi INDY sejalan dengan target produksi batubara nasional yang tidak mengalami perubahan pada tahun ini.

Sampai kuartal III-2020, INDY melalui anak usahanya Kideco Jaya Agung menghasilkan 23,9 juta ton batu bara dan produksi batu bara dari tambang Multi Tambangjaya Utama (MUTU) mencapai 1,3 juta ton.

INDY memperlebar sayap bisnisnya melalui proyek tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan. 

Di sana, INDY lewat anak usahanya PT Indika Mineral Investindo (IMI) bermitra dengan PT Masmindo Dwi Area. Perusahaan ini merupakan anak usaha Nusantara Resources Ltd yang mengelola tambang emas Awak Mas.

Saat ini, INDY memiliki 27,75% saham di Nusantara Resources Ltd serta kepemilikan saham secara langsung di Masmindo sebanyak 25%.

INDY memiliki opsi untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di Masmindo sampai 40%.

Progres proyek tambang emas Awak Mas sendiri berjalan dengan baik dan sekarang sedang dalam tahap Front End Engineering Design (FEED). 

Tambang emas ini diperkirakan akan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2022 atau 2023 mendatang.

Proyek ini diperkirakan akan dapat memproduksi sebanyak 100.000 ons emas per tahun.

Sebelum beralih ke tambang emas, INDY juga telah merealisasikan salah satu diversifikasi bisnisnya, yakni pengoperasian terminal penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Balikpapan, Kalimantan Timur, sejak November tahun lalu. Proyek tersebut bernilai sekitar US$ 115 juta.

Baca Juga: API: Holding BUMN Panas Bumi Bisa Terealisasi

Sesuai dengan komitmen perusahaan, INDY akan terus melakukan diversifikasi usaha serta mengeksplorasi sektor-sektor bisnis yang potensial di masa mendatang, termasuk di bidang energi terbarukan (EBT). 

Pihak manajemen INDY berharap upaya-upaya diversifikasi tersebut dapat membuat kontribusi pendapatan dari sektor non batu bara meningkat menjadi 50% di tahun 2025. 

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article