Proyek LPG Batu Bara Tancap Gas

Must read

Proyek LPG Batu Bara Tancap Gas

Proyek LPG Batu Bara Tancap Gas
Proyek LPG Batu Bara Tancap Gas

Proyek peningkatan mutu batu bara melalui gasifikasi antara PT. Bukit Asam Tbk (PTBA), PT. Pertamina (Persero), dan Air Products baru saja memasuki babak baru dengan resmi disepakatinya dan diteguhkan komitmennya pada Kamis (10/12/2020) malam.

Apa yang yang akan PTBA setelah kesepakatan ini tercapai?

Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie mengatakan pihaknya siap segera menjalankan proyek ini, terutama setelah proyek gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan ini dimasukkan ke dalam Peraturan Presiden No.109 tahun 2020 tentang Proyek Strategis Nasional.

“PTBA sebagai pioneer gasifikasi batu bara siap menjalankan amanat Perpres Nomor 109 Tahun 2020 untuk pengembangan hilirisasi batu bara menjadi DME untuk menekan impor LPG,” ungkapnya, Jumat (11/12/2020).

Seperti diketahui, kesepakatan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin, Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan CEO Air Products and Chemical Inc Seifi Ghasemi, dengan disaksikan langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jumat (11/12/2020).

Kesepakatan tersebut disebutkan mencakup perjanjian prinsip yang akan ditetapkan dan berlaku ke semua pihak, baik PTBA, Pertamina, dan Air Products.

Namun sayangnya, belum ada penjelasan lebih rinci terkait isi kesepakatan ini.

Sebelumnya, Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan, setelah perjanjian kerja sama antara PTBA, Pertamina, dan Air Products ditandatangani, maka pada kuartal pertama atau kedua 2021 akan dilanjutkan dengan proses rekayasa, pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement and construction/ EPC), sehingga proyek sekitar Rp 30 triliun ini bisa tuntas dan bisa beroperasi pada kuartal kedua 2024.

Baca Juga: Perizinan Tambang Beralih ke Pemerintah Pusat

“Yang penting digarisbawahi, dalam proyek ini, baik Pertamina maupun PTBA tidak mengeluarkan investasi yang digunakan untuk pembangunan processing company ini. Semua dilakukan oleh investor,” tuturnya.

Meski demikian, dia mengatakan, satu tahun setelah proyek gasifikasi batu bara beroperasi, PTBA dan Pertamina memiliki opsi untuk memiliki 40% saham di proyek tersebut.

Pabrik hilirisasi batu bara tersebut akan mengolah sebanyak 6 juta ton batu bara per tahun dan diproses menjadi 1,4 juta ton DME per tahun dan menggantikan LPG sekitar 1 juta ton per tahun.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article