Proyek Baterai ANTM dan LG Capai Rp138T

Must read

Proyek Baterai ANTM dan LG Capai Rp138T
Proyek Baterai ANTM dan LG Capai Rp138T

Emiten BUMN PT Aneka Tambang (ANTM) Tbk. akan ikut dalam proyek baterai listrik senilai US$9,8 miliar atau sekitar Rp 138,18 triliun (estimasi kurs Rp 14.100 per dolar AS) yang bekerja sama dengan LQ Energy Solution.

Nilai investasi itu memecahkan rekor proyek terbesar di Indonesia setelah masa reformasi.

Kehadiran mega proyek baterai tersebut disebabkan adanya rencana perusahaan berskala dunia, Tesla, yang menjajaki kerjasama dengan pemerintah Indonesia terkait pengembangan industri kendaraan listrik.

Penjajakan kerajasama tersebut pun mendapatkan sambutan hangat dari para pelaku industri terkait pengembangan mobil listrik di Tanah Air.

Kerjasama itu diperkirakan tidak akan lama lagi, dimulai pada bulan Februari 2021. Para pelaku industri pun sangat bersemangat untuk bisa memenuhi pasokan bahan baku dari hulu sampai hilir.

Untuk menunjang kerjasama tersebut, pemerintah Indonesia juga tengah menyiapkan konsorsium MIND ID yang terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berkolaborasi dengan LG.

Dengan begitu, dalam waktu dekat Indonesia akan segera memiliki pusat industri sel baterai kendaraan listrik terintegrasi pertama di dunia.

Pengembangan industri ini akan dilakukan perusahaan electric vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan LG Energy Solution Ltd yang bekerja sama dengan konsorsium BUMN.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Gagas Thorium Sebagai Bahan Bakar PLTN

Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri BUMN, Erick Thohir dalam siaran persnya di Jakarta, memastikan investasi ini berjalan dari sisi produksi dan juga memiliki pasar di dalam dan luar negeri.

Indonesia Garap Proyek Nikel Hingga Rp138 Triliun
Indonesia Garap Proyek Nikel Hingga Rp138 Triliun

“Investasi LG akan bermitra dengan konsorsium baterai BUMN di seluruh rantai pasok produksi. Pada pelaksanaannya akan ditindaklanjuti dengan studi bersama (joint study) untuk mengukur secara detail kerja sama yang akan dilakukan kedua pihak dari sektor hulu sampai hilirnya,” ujar Erick.

Sebagian proyek nantinya akan berlokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, yang sudah ditinjau oleh Presiden Jokowi pada akhir Juni lalu.

Kawasan industri seluas 4.300 ha ini merupakan lahan percontohan kerjasama pemerintah dan BUMN dalam menyediakan lahan yang kompetitif dari sisi harga, konektivitas, dan tenaga kerja.

Langkah kedepannya, sebagian baterai yang dihasilkan dari kerja sama proyek ini akan disuplai ke pabrik mobil listrik pertama di Indonesia yang sudah lebih dahulu ada dan dalam waktu dekat akan segera memulai tahap produksi.

Pengembangan industri baterai listrik terintegrasi merupakan langkah konkret, sesuai dengan target Presiden Jokowi untuk mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju 2045. Hilirisasi pertambangan adalah salah satu wujud transformasi tersebut.

2 COMMENTS

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article