Prospek Batu Bara Dinilai Berat, Begini Jurus Kontraktor Jaga Kinerja

Prospek Batu Bara Dinilai Berat, Begini Jurus Kontraktor Jaga Kinerja

Prospek-Batu-Bara-Dinilai-Berat-Begini-Jurus-Kontraktor-Jaga-Kinerja
Prospek Batu Bara Dinilai Berat, Begini Jurus Kontraktor Jaga Kinerja

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan yang cukup berarti bagi para emiten kontraktor pertambangan.

Sejumlah emiten harus memeras otak mengatur strategi demi menjaga kinerja keuangannya agar tetap sehat pada tahun ini, dan menghasilkan laba.

Dari 4 emiten kontraktor pertambangan hanya terdapat 1 emiten yang mencetak pertumbuhan pendapatan pada kuartal I/2020.

Namun, dari sisi laba bersih, sebanyak 2 emiten berhasil membukukan kenaikan laba.

Pertumbuhan laba dari kedua emiten itu pun berhasil didukung oleh pos selisih kurs yang berbalik mendapatkan manfaat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya mencetak kerugian.

Hal itu sejalan dengan pelemahan rupiah yang terjadi sepanjang kuartal I/2020, yaitu terkoreksi cukup dalam melawan dolar AS hingga 17,49 persen.

Bahkan, nilai tukar rupiah pada medio Maret sempat menyentuh Rp. 16.000 per dolar AS. Level terendah rupiah sejak krisis keuangan Juni 1998.

Baca Juga:

Emiten Grup Indika, PT. Petrosea Tbk. (PTRO), berhasil mendapatkan manfaat dari selisih kurs sebesar US$656 ribu pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang merugi US$111 ribu.