Proses Terbentuknya Batu Bara, Berikut ini Faktornya!

Secara teori, batubara adalah sebutan untuk batuan yang mudah terbakar. Proses terbentuknya batu bara dimulai dari bahan organik, utamanya adalah tumbuhan. Terdapat dua teori untuk menjelaskan tempat dari pembentukan batu bara, yaitu :

Proses Terbentuknya Batu Bara
Proses Terbentuknya Batu Bara

Teori Insitu

Batu bara terbentuk dari tumbuhan atau pohon yang berasal dari hutan dimana batu bara tersebut terbentuk. Batu bara yang terbentuk sesuai dengan teori insitu biasanya terjadi di hutan basah dan berawa, sehingga pohon-pohon di hutan tersebut pada saat mati dan roboh, langsung tenggelam ke dalam rawa tersebut, dan sisa tumbuhan tersebut tidak mengalami pembusukan secara sempurna, dan akhirnya menjadi fosil tumbuhan yang membentuk sedimen organik.

Teori Drift

Batu bara terbentuk dari tumbuhan atau pohon yang berasal dari hutan yang bukan di tempat dimana batu bara tersebut terbentuk. Batu bara yang terbentuk sesuai dengan teori drift biasanya terjadi di delta – delta, mempunyai ciri – ciri lapisan batu bara tipis, tidak menerus (splitting), banyak lapisannya (multiple seam), banyak pengotor (kandungan abu cenderung tinggi).

Faktor Proses Terbentuknya Batu Bara

Ada tiga faktor yang mempengaruhi proses pembetukan batubara yaitu umur, suhu dan tekanan. Mutu endapan batu bara juga ditentukan oleh suhu, tekanan serta lama waktu pembentukan yang disebut sebagai “maturitas organic”. Pembentukan batu bara dimulai sejak periode pembentukan Karbon (Carboniferous Period) atau dikenal sebagai zaman batu bara pertama yang berlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahun yang lalu.

Baca Juga : Tambang Batubara Ombilin Diakui UNESCO

Proses awalnya, endapan tumbuhan berubah menjadi gambut/peat (C60H6O34) yang selanjutnya berubah menjadi batu bara muda (lignite) atau disebut pula batu bara coklat (brown coal). Batu bara muda merupakan jenis maturitas organik rendah.

Setelah mendapat pengaruh suhu dan tekanan yang terus menerus selama jutaan tahun, maka batu bara muda akan mengalami perubahan yang secara bertahap menambah maturitas organiknya dan mengubah batu bara muda menjadi batu bara sub-bituminus (sub-bituminous).

Perubahan kimiawi dan fisika terus berlangsung hingga batu bara menjadi lebih keras dan warnanya lebih hitam sehingga membentuk bituminus atau antrasit. Dalam kondisi yang tepat, peningkatan maturitas organik yang semakin tinggi terus berlangsung hingga membentuk antrasit.