Produsen Batu Bara Potong Produksi Hingga 20%

Produsen Batu Bara Potong Produksi Hingga 20%

Produsen-Batu-Bara-Potong-Produksi-hingga-20%
Produsen Batu Bara Potong Produksi Hingga 20%

Demi menjada stabilitas harga, emitem batu bara berencana tekan produksi sampai 20 persen.

Harga komoditas yang fluktuatif dan permintaan yang menurun adalah alasan di balik rencana pemotongan produksi komoditas ekspor unggulan Indonesia tersebut.

Beberapa analis seperti IHS Markit bahkan memproyeksi penurunan permintaan batu bara selama pandemi Covid-19 merupakan penurunan terbesar sepanjang sejarah.

Sedangkan kajian Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia atau APBI menyatakan seaborne demand telah terkoreksi sekitar 85 juta M/T dari sekitar 980 juta M/T pada Januari 2020 menjadi sekitar 895 juta M/T pada Juni 2020.

Jumlah tersebut diperkirakan terus terkoreksi sampai akhir tahun jika pandemi corona terus berlanjut.

Kondisi  tersebut semakin mencemaskan karena tren harga batu bara yang terus merosot akibat kekhawatiran  gelombang kedua pandemi.  

Gelombang kedua penyebaran virus corona bakal menekan pemulihan ekonomi di negara-negara tujuan ekspor batu bara Indonesia seperti, Tiongkok, India, Jepang, Korea, dan lainnya. 

Di sisi lain, Harga Batubara Acuan (HBA) pada Juni dan Juli tahun ini anjlok hingga US$ 50-an dollar/MT (basis 6322 GAR) yang mendekati level harga pada 2016.

Baca Juga: Harga Minyak Bergerak Naik Disaat Berkurangnya Stok

Dengan kondisi seperti itu, APBI berpendapat perlu ada upaya pengendalian produksi. Caranya dengan pemotongan produksi (production cut) dari para produsen batu bara nasional.