Produksi Turun, Pendapatan Petrosea Tetap Laju

PT. Petrosea Tbk, emiten konstruksi pertambangan milik Grup Indika. Mencatatkan pertumbuhan pendapatan Petrosea sebesar 2,30% pada 2019.

Pada periode itu, lini bisnis kontraktor pertambangan menjadi pendorong utama tumbuhnya pendapatan sebesar 2,30 persen ke posisi US$465,74 juta.

Bisnis kontraktor pertambangan menyumbang US$287,0 juta bagi pendapatan PTRO atau naik 8,51 persen dari posisi tahun sebelumnya US$264,52 juta.

Produksi-Turun-Pendapatan-Petrosea-Tetap-Laju
Produksi Turun, Pendapatan Petrosea Tetap Laju

Head of Corporate Secretary Petrosea Anto Broto menyampaikan bisnis kontraktor pertambangan menyumbang US$287,0 juta atau naik 8,51 persen dari posisi tahun sebelumnya US$264,52 juta. Bisnis ini berkontribusi atas 60,25 persen dari total pendapatan.

“Naiknya segmen kontraktor tambang karena proyek Kideco Jaya Agung menaikkan aktivitas tambangnya yang berkontribusi sebesar US$125,98 juta atau 43,98 persen dari pendapatan segmen ini,” katanya melalui keterangan resmi (20/3/2020).

Baca Juga: Petrosea Berhasil Mencatatkan Kebanggaan di Tahun 2019

Pada 2019, emiten berkode saham PTRO itu mencatatkan volume pengupasan lapisan tanah sebesar 123,49 juta bank cubic meter [bcm]. Jumlah itu naik 1,90 persen dari posisi tahun sebelumnya 121,19 juta bcm.

Total Produksi Turun

Namun, total produksi batu bara perseroan turun 10,61 persen dari posisi 34,60 juta ton menjadi 30,93 juta ton.

Selain itu, segmen bisnis logistic PTRO juga menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 30,21 persen ke level US$88,92 juta dari posisi tahun lalu US$68,29 juta. Lini bisnis ini menyumbang 18,66 persen dari total pendapatan.

Anto menyebutkan meningkatnya segmen ini didorong oleh entitas usaha PT Kuala Pelabuhan Indonesia US$41,79 juta dan Petrosea Offshore Supply Base (POSB) sebesar US$47,10 juta.

Di sisi lain, segmen bisnis rekayasa dan konstruksi menyumbang US$97,66 juta turun 25,04 persen dari posisi sebelumnya US$130,28 juta. Segmen ini menyumbang 20,50 persen dari total pendapatan,

Anto mengatakan proyek The Leeve menyumbang US$55,69 juta atau 57,02 persen dari segmen tersebut.

Hanifa Indradjaya, Presiden Direktur Petrosea mengatakan meningkatnya torehan 2019 disebabkan transformasi kegiatan operasional menuju digitalisasi. Hal ini berpengaruh besar terhadap kinerja keuangan.

“Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kami bahwa inisiatif strategis kami untuk melakukan transformasi kegiatan operasional melalui digitalisasi mendapatkan pengakuan dari dunia internasional, setelah Petrosea dipilih oleh World Economic Forum sebagai satu-satunya perusahaan tambang dan satu-satunya perusahaan milik Indonesia yang masuk ke dalam Global Lighthouse Network,” katanya.