Produksi Minyak akan Bangkit di 2022

Produksi Minyak akan Bangkit di 2022

Produksi-Minyak-akan-Bangkit-di-2022
Produksi Minyak akan Bangkit di 2022

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto.

Ia mengatakan dampak pandemi tersebut menurunkan perkiraan (outlook) Produksi minyak 2020 dari 735 ribu barel per hari (bph) menjadi 725 ribu bph.

Kemunculan wabah covid-19 di dunia membuat permintaan minyak menurun. Hal ini berimbas pada pengurangan produksi minyak tak terkecuali dalam negeri.

Penurunan target ini diharapkan bisa menjadi pendorong kenaikan harga layaknya hukum ekonomi.

Ketika barang langka atau jumlahnya sedikit di pasaran, maka harga akan mengalami kenaikan.

“2020 ke 2021 itu masih ada decline, 2022 mulai pick-up,” kata Dwi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa, 28 April 2020.

Selain itu, pengurangan produksi dilakukan lantaran biaya produksi disaat pandemi jauh lebih mahal dibandingkan harga produk yang dihasilkan.

Baca Juga: Freeport Indonesia Pangkas Target Penjualan

Lagi pula, pemulihan (recovery) produksi membutuhkan waktu yang lama terutama untuk Indonesia mengingat beberapa lapangan juga mengalamidecline.

Namun demikian, Dwi tetap mempertahankan rencana jangka panjang dengan menargetkan produksi minyak bisa mencapai satu juta bph pada 2030.