Produksi Emas dan Batu Bara Turun Akibat Corona

Produksi Emas dan Batu Bara Turun Akibat Corona

Produksi-Emas-dan-Batu-Bara-Turun-Akibat-Corona
Produksi Emas dan Batu Bara Turun Akibat Corona

Pandemi Cocid-19 tidak dapat dipungkiri memang telah melemahkan sendi-sendi perekonomian global.

Sektor pertambangan pun juga terkenan dampak virus yang menjalan ke seluruh pelosok dunia tersebut

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut sektor pertambangan mulai terkena dampak dari covid-19.

Hal ini terlihat dari mulai menurunnya produksi dari beberapa perusahaan pertambangan.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Minerba Irwandy Arif mengatakan, salah satu yang terganggu adalah produksi emas Antam.

Hal ini diakibatkan oleh adanya penghentian operasional pada periode 27 Maret hingga 5 April.

“Kemudian di 27 Maret sampai 5 April operasi pemurnian menjadi emas murni oleh PT. Antam di Pulo Gadung itu agak terhenti,” ujarnya.

Terganggunya produksi tidak hanya mengganggu stok di dalam negeri.

Akan tetapi juga ekspor emas Antam mulai terganggu di luar memang ada beberapa negara yang masih menutup diri atau lock down karena corona.

“Ini juga sedikit menghambat ekspor emas ke luar negeri. Dan pada awal April itu 2020 seperti yang saya katakan belum terasa signifikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, pada produksi batu bara pun kini mulai terganggu. Hal ini terlihat dari turunnya produksi batu bara hingga 10% pada periode Mei 2020.

“Nah kemudian batu bara ini, penurunannya sampai dengan Mei 2020 produksinya turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2019,” ucapnya.

Baca Juga: 10 Manfaat Minyak Bumi Bagi Kehidupan

Oleh karena itu, Kementerian ESDM mengeluarkan aturan Peraturan Menteri ESDM nomor 7 tahun 2020.

Dalam aturan tersebut, disebutkan jika perusahaan boleh melakukan perubahan pada rencana produksinya.

“Permen ESDM juga nomor 7 tahun 2020 memungkinkan perusahaan untuk mengajukan perubahan atau peningkatan rencana produksi untuk ke depan. Kalau kita lihat di sini pengaruhnya belum terlalu besar sampai dengan April ini,” kata Irwandy.