Produksi Batubara Tahun Ini Diprediksi Mencapai 530 juta ton

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan realisasi produksi batubara di sepanjang tahun 2019 ini akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, produksi emas hitam sepanjang tahun ini dipastikan akan lebih tinggi ketimbang target produksi nasional pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) awal tahun 2019 yang ditaksir sebesar 489,12 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan, sesuai dengan persetujuan revisi RKAB, kuota produksi pada tahun ini bertambah menjadi sekitar 530 juta ton. Jumlah itu masih lebih rendah ketimbang realisasi tahun lalu yang mencapai 557 juta ton.

Baca Juga: Perusahaan Batu Bara Terbesar Di Indonesia Tahun Ini

Penurunan produksi tersebut lantaran harga batubara yang terus tertekan sejak September 2018 lalu. Kondisi tersebut menyebabkan produsen batubara, khususnya yang berskala kecil, akan mempertimbangkan ulang jika ingin menggenjot produksi. Penurunan harga batubara acuan (HBA) berdampak terhadap realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang pada tahun ini sulit mencapai target.

Seperti yang diberitakan Kontan.co.id, hingga kuartal III tahun 2019, realisasi PNBP minerba baru mencapai Rp 29,74 triliun. Jumlah itu setara dengan 68,76% dari target PNBP tahun 2019 sebesar Rp 43,26 triliun. Padahal jika dibandingkan tahun lalu, realisasi PNBP minerba per 13 September 2018 saja sudah menyentuh Rp 33,55 triliun atau mencapai 104,5% dari target tahunan kala itu dipatok Rp 32,1 triliun. Hingga penghujung tahun 2018, realisasi PNBP minerba mencapai Rp 50 triliun atau 156% dari target.

Di sisi lain, Ketua Indonesia Mining & Energi Forum (IMEF) Singgih Widagdo sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah memang perlu berhati-hati dalam menyetujui tambahan kuota produksi. Sebab, besaran volume produksi yang terlalu tinggi akan berpengaruh terhadap kondisi pasar dan pembentukan harga batubara yang semakin tertekan.