Produksi Batubara di Kalsel Tembus 69 Juta MT

Dinas ESDM Kalimantan Selatan mencatat produksi batubara Kalsel tembus 69 ,1 juta metrik ton pada 2019. Menurut Kabid Mineral dan Batubara, Gunawan Harjito, angka itu masih asumsi sementara pada periode Januari – awal Desember 2019.

“Ini Desember masih bersifat perkiraan, belum selesai, masih rekonsiliasi. Ini hitungan sampai Desember 2019, tapi belum selesai. Mungkin naik sedikit, tapi sebagai patokannya itu,” kata Gunawan Harjito kepada wartawan banjarhits.id, Senin (13/1/2020).

Dari angka 69,1 juta metrik ton, ia merinci penjualan domestik sebanyak 33,9 juta MT dan penjualan ekspor 34,7 juta MT. Pihaknya terus menata praktek pertambangan yang baik, seperti reklamasi eks lubang tambang yang masih banyak ditemukan di sekujur Kalsel.

“2017-2019 kami melakukan penataan, sudah selesai. Mau engga mau, di tahun 2020, Dinas mewajibkan perusahaan, khususnya IUP PMDN yang jadi kewenangan kami, melakukan reklamasi,” kata Gunawan.

Baca Juga : Pengelolaan Limbah untuk Keselamatan Lingkungan

Pihaknya berharap eks lubang tambang kembali hijau setelah reklamasi. Apalagi cuaca mendukung ketika musim penghujan. “Mudahan bisa mendesak kepada perusahaan untuk segera reklamasi.”

Ihwal praktek tambang ilegal, ia mendapati di Kabupaten Banjar, Tapin, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru. Belakangan, pihaknya tak pernah lagi mendapat laporan praktek tambang ilegal. “Kalau karungan sudah enggak ada lagi.”

Ia mengakui masih ada pekerjaan berat menata pertambangan. Selain reklamasi, Gunawan dihadapkan praktek pertambangan ilegal.