Produksi Batu Bara Tahun Ini Telah Lampaui Target

Produksi Batu Bara
Produksi Batu Bara Tahun Ini Telah Lampaui Target

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan realisasi produksi batu bara telah melampaui target yang dipatok pemerintah tahun ini. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengungkapkan per 9 Desember 2019, realisasi produksi batu bara mencapai 502,6 juta ton.

Total produksi tersebut setara 102,64 persen dari target produksi tahun ini yang sebesar 489,7 juta ton.

“Batu bara ini berpacu dengan energi bersih, kalau energi bersih lebih murah maka penggunaan batu bara akan switching kepada energi bersih. Jadi semakin cepat, semakin mudah dan melimpah energi bersih, maka batu bara akan tergusur,” katanya, Rabu (11/12).

Baca juga: Potensi Emas Aceh, Pemerintah Cari Solusi Penetapan Pertambangan

Ditjen Minerba Dodik Ariyanto Terkait Produksi Batu Bara

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Pengawasan Usaha Operasi Produksi dan Pemasaran Batubara Ditjen Minerba Dodik Ariyanto menjelaskan faktor pendorong surplus produksi adalah kapasitas produksi batubara yang terpasang melebihi target produksi pemerintah.

Ia menuturkan beberapa perusahaan sejatinya telah mengajukan revisi Rencana Kegiatan dan Anggaran Biaya (RKAB) lantaran pemerintah telah mematok target pada awal tahun. Hingga akhir tahun, ia meramalkan produksi batu bara bisa tembus 600 juta ton.

“Akan tetapi beberapa ditolak dan beberapa dipenuhi. Itu salah satu alasan kenapa produksi batu bara kita melebihi target,” paparnya.

Faktor lainnya, lanjut dia, adalah penurunan harga batu bara di pasar global. Imbasnya, perusahaan mengerek naik produksi untuk menutupi selisih biaya produksi akibat harga yang relatif rendah. Pada Senin (10/12) harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle ditutup di level US$66,05 per ton atau turun 0,45 persen dari sebelumnya.

“Dengan pelemahan harga menjadi salah satu faktor peningkatan target produksi nasional dari target yang telah ditetapkan,” ucapnya.

Karenanya, ia mengaku akan kembali mengevaluasi target produksi batu bara tahun 2020. Ia menyebut dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) target produksi batubara 2020 dipatok sebesar 400 juta ton. Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan di atas, ia menyatakan angka tersebut kurang sesuai.

Di sisi lain, berdasarkan informasi dari pelaku usaha, kebutuhan pasokan batu bara industri dalam negeri mencapai 150-155 juta ton tahun depan. Sedangkan, pasar ekspor batu bara diperkirakan tembus 430-420 juta ton.

“Berdasarkan kebutuhan domestik dan pasar ekspor inilah kami akan memberikan produksi nasional dan juga produksi terpasang. Oleh karena itu, tahun depan kami akan tetapkan produksi yang optimal dengan harapan tidak terjadi over supply dan dapat menjamin kestabilan dalam negeri,” tuturnya.