Produksi Batu Bara RI Terdampak Corona

Produksi Batu Bara RI Terdampak Corona

Produksi-Batu-Bara-RI-Terdampak-Corona
Produksi Batu Bara RI Terdampak Corona

Pandemi Corona tidak dapat dipungkiri telah melamahkan kinerja batu bara RI.

Lewat Menteri ESDM, Arifin Tasrif. Pemerintah memperkirakan produksi batu bara akan mengalami penurunan pada tahun ini, target realisasi batu bara juga berpotensi meleset.

Arifin menjelaskan, permintaan batu bara baik nasional maupun dunia menurun seiring dengan adanya pandemi Covid-19.

“Batu bara tahun ini ditargetkan 550 juta ton, tapi dengan kondisi yang ada saat ini otomatis akan terjadi penurunan produksi karena tekanan demand,” kata Arifin, Jumat (26/6).

Selain menurunnya permintaan batu bara yang diakibatkan oleh anjloknya konsumsi energi termasuk konsumsi listrik negara tujuan ekspor batu bara Indonesia sudah mulai menutup pintu-pintu impor batu bara mereka.

“Beberapa negara besar China  dan India sudah mulai lakukan pembatasan impor dengan mengolah mencari sumber-sumber di dalam negeri,” ujar Arifin.

Menurut Arifin, kondisi tersebut sangat berbahaya bagi kelangsungan produksi apalagi selama ini batu bara selalu jadi penopang utama Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sektor batu bara menjadi salah satu lumbung penerimaan negara di sektor energi.

Pada 2019, minerba menyumbang PNBP sebesar Rp. 44,8 triliun di atas target yang ditetapkan sebesar Rp. 43,3 triliun.

Batu bara mendominasi setoran PNBP sektor minerba. Untuk itu pemerintah akan mendorong agar hilirisasi batu bara benar-benar dijalankan.

Baca Juga: Revolusi Industri 4.0, Menyoal Digitalisasi

“Maka langkah yang kita lakukan hilirisasi harus didiorong secara cepat dan pemanfaatan batu bara untuk dukung kebutuhan listrik di dalam negeri,” kata Arifin.

Saat ini, Indonesia juga sedang melakukan penjajakan untuk melakukan ekspor ke beberapa negara berkembang lainnya.

Beberapa negara menjadi incaran sebagai tujuan ekspor seperti Vietnam, Bangladesh, dan Pakistan.