Produksi Baterai Lithium Mobil Listrik Mulai Tahun 2024

Produksi Baterai Lithium Mobil Listrik Mulai Tahun 2024

Produksi Baterai Lithium Mobil Listrik Mulai Tahun 2024
Produksi Baterai Lithium Mobil Listrik Mulai Tahun 2024

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia menargetkan pada 2024, Indonesia sudah bisa memproduksi lithium baterai tipe 811 yang merupakan jenis baterai dengan teknologi terkini di masanya nanti.

Sektor hilirisasi mineral berkontribusi dalam menopang perekonomian Indonesia selama pandemi.

Sektor ini diyakini akan terus berkontribusi hingga pandemi telah berlalu karena sektor hilirisasi tidak terdampak terlalu dalam.

Ekspor produk turunan yang dihasilkan dari pabrik pengolahan semakin menunjukkan dampak positif. Hilirisasi nikel akan dikembangkan sampai menghasilkan baterai lithium dan motor listrik.

Saat ini banyak investor lebih tertarik dengan industri hijau. Dalam hal ini Indonesia bisa jadi pemain penting dalam peta produksi industri mobil listrik dunia.

Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement 2030.

Pengolahan bijih nikel ke stainless steel slab juga memberikan nilai tambah secara signifikan. Dari USD 612 juta menjadi USD 6,24 miliar. Meningkat hingga 10 kali lipat.

Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dari gasifikasi batubara.

Baca Juga: Hilirisasi Kunci Optimalisasi Pemanfaatan Hasil Tambang

Beberapa waktu lalu telah ditandatangani perjanjian kerja sama proyek industri Coal to Methanol (CTM) di Batuta Industrial Chemical Park di Bengalon, Kutai Timur.

Adapun nilai proyek tersebut sebesar USD 2 miliar.

Saat ini pemerintah tengah fokus menyiapkan langkah untuk mengembangkan proyek energi terbarukan. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan industri hijau.

Indonesia memiliki potensi besar dalam investasi di industri ini. Sehingga tidak lagi ada alasan baginya untuk pesimis terhadap bangsa sendiri.