Potensi Sinyal Merah di Bisnis Batu Bara?

Potensi Sinyal Merah di Bisnis Batu Bara?

Potensi Sinyal Merah di Bisnis Batu Bara?
Potensi Sinyal Merah di Bisnis Batu Bara?

Bila dilihat dari beberapa indikator, yakni kecenderungan penurunan harga komoditas batubara, tuntutan pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Kemudian isu pemanasan global, hilirisasi batubara, serta terhentinya minat lembaga pembiayaan untuk mendukung industri ini.

Industri pertambangan batubara Indonesia memasuki sinyal merah di masa-masa yang akan datang.

Indonesia harus cepat mengambil langkah antisipatif agar batubara tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dan juga salah satu industri yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia masih sangat membutuhkan batubara. Selain sumber energi nasional yang murah, juga sebagai solusi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Permasalahan di sektor ini harus disikapi secara positif agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi bangsa dan negara.

Batubara tidak boleh lagi dianggap sekadar penyumbang devisa, tapi harus lebih dari itu.

Batubara harus menjadi sumber ketahanan energi dan katalis pembangunan secara berkelanjutan.

Pengelolaan batubara harus mempertimbangkan masa depan energi bangsa dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta kemanfaatan bagi masyarakat.

Selain penurunan produksi, harga batubara juga tergerus sampai ke level US$50 per ton.

Harga batubara kemungkinan bisa tergerus lagi atau mengalami stagnasi di level $ 50-an jika tidak dilakukan pengendalian produksi secara Nasional.

Sampai dengan Juli 2020, produksi batu bara Indonesia mencapai 271,35 juta ton, 49 persen dari rencana produksi berdasarkan persetujuan RKAB awal sebesar 550 juta ton.

Angka ini 12 persen lebih rendah dari 2019 dengan produksi 616 juta ton. 

Baca Juga: Tambang Rakyat Semakin Menjamur

Jika kondisi ini berlangsung terus, berbagai dampak akan muncul.

Penurunan produksi dan melemahnya harga akan membuat penerimaan negara turun, potensi PHK di sektor pertambangan, dan juga lesunya ekonomi di daerah pertambangan.

Namun yang paling mengkhawatirkan adalah turunnya cadangan batubara nasional dan rendahnya upaya pencarian cadangan baru atau eksplorasi.

Semua ini harus cepat dirumusan solusi terbaiknya untuk kemajuan bersama.