Potensi Logam Tanah Jarang Mulai Dilirik

Must read

Potensi Logam Tanah Jarang Mulai Dilirik

Potensi Logam Tanah Jarang Mulai Dilirik
Potensi Logam Tanah Jarang Mulai Dilirik

Perusahaan plat merah PT. Timah (TINS) memulai untuk melakukan pilot plant untuk proyek logam tanah jarang.

Komoditas ini bisa menjadi sumber baru bagi Indonesia yang selama ini belum dimanfaatkan.

Perusahaan telah membangun Pilot Plant pengolahan monasit menjadi Rare Earth Hydroxide (REOH) di Tanjung Ular, Bangka Barat sejak tahun 2015 silam.

Saat ini PT. Timah sedang mencoba mengoptimalkan perbaikan proses dan kualitas produk Pilot Plant REOH dengan mengkomparasikan teknologi yang dikembangkan di Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Setelah itu, pilot plant tersebut akan dikembangkan sebagai pendamping commercial plant dalam rangka feed test work untuk menjadi acuan proses di pabrik komersial skala industri.

TINS bersama MIND ID selaku induk holding pertambangan BUMN terus melakukan upaya percepatan pengembangan LTJ.

Langkah ini dimulai dari pengumpulan data sumber daya berdasarkan kegiatan eksplorasi sampai diperolehnya kepastian pemenuhan keberlanjutan usaha yang bekerja sama dengan institusi terkait.

Teknologi yang digunakan dalam pengolahan LTJ merupakan teknologi yang tertutup dan strategis secara geopolitik.

“Makanya, fokus proyek di TINS saat ini melakukan pemilihan teknologi dan technology provider.

Pemilihan teknologi ini tentu berkaitan juga dengan parameter ramah lingkungan, yield product antara intermediate ataupun hilir, proven reliability dalam pengembangan, serta tentu saja teknologi tersebut harus bankable.

Tak hanya itu, kemitraan yang akan dilakukan TINS tak hanya sebatas penyediaan teknologi, melainkan diharapkan juga kemitraan sebagai offtaker produk LTJ di masa mendatang.

Baca Juga: Gaji Pekerja Tambang Sebesar Beban Kerjanya

Pemerintah sendiri sedang menyusun regulasi terkait pengolahan dan pemanfaatan LTJ yang mana aturan tersebut disusun melalui pembahasan di lintas kementerian dan lembaga.

Regulasi ini juga melibatkan BATAN lantaran selain dikategorikan sebagai mineral ikutan, LTJ juga mengandung unsur radioaktif.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article