Potensi Gasifikasi Batu Bara Bawah Tanah

Must read

Potensi Gasifikasi Batu Bara Bawah Tanah

Potensi Gasifikasi Batu Bara Bawah Tanah
Potensi Gasifikasi Batu Bara Bawah Tanah

Pemerintah semakin gencar menggalakkan program hilirisasi batu bara, salah satunya melalui gasifikasi batu bara menjadi methanol atau dimethyl ether (DME).

Namun ternyata, bukan hanya gasifikasi dari batu bara di atas permukaan, Indonesia juga memiliki potensi gasifikasi batu bara di bawah permukaan (Underground Coal Gasification/ UCG).

Merujuk pada Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2014, UCG ini masuk dalam kategori energi baru meski berasal dari sumber energi tidak terbarukan.

UCG adalah proses mengubah batu bara menjadi syngas. Selain untuk pembangkit listrik, syngas juga bisa digunakan untuk bahan baku industri kimia.

Di dunia, ada empat aktivitas UCG antara lain di Angren, Uzbekistan, dari 1960 sampai sekarang, Rocky Mountain, Wyoming, USA pada 1988, Swan Hills, Alberta, Canada pada 2011. Lalu Linc energy Chinchilla, Australia pada 2011, dan Balitbang ESDM, Sumatera Selatan, 2017.

Baca Juga: China Siap Borong Batu Bara Indonesia

Jadi, ada sumur injeksi, ada sumur produksi, gas atau udara atau oksigen diinjeksikan ke sumur injeksi.

Kemudian gas yang dihasilkan dari hasil pembakaran batu bara ini dibawa untuk diproduksi dan dimanfaatkan sebagai pembangkitan maupun bahan baku industri kimia.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article