Potensi Gas Hidrat di Tanah Air

Potensi Gas Hidrat di Tanah Air

Potensi Gas Hidrat di Tanah Air
Potensi Gas Hidrat di Tanah Air

Gas hidrat atau methane hydrate di Indonesia sudah disebutkan dalam Peraturan Menteri ESDM No. 5 tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan dan Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional.

Dalam Permen tersebut, gas hidrat digolongkan sebagai minyak dan gas bumi non konvensional.

Minyak dan gas non konvensional sendiri didefinisikan sebagai minyak dan gas bumi yang diusahakan dari tempat terbentuknya (Kementerian ESDM, 2012).

Jadi, dengan adanya Permen ini, Indonesia setidaknya sudah “melirik” potensi dari gas hidrat.

Apakah kondisi geologi di Indonesia memungkinkan untuk gas hidrat dapat terbentuk?

Dengan letak geografis Indonesia yang terletak di zona Khatulistiwa, tampaknya lingkungan permafrost sangatlah tidak mungkin ditemukan di Indonesia.

Jadi, gas hidrat yang dihasilkan di laut dalam lah (kondisi tekanan tinggi dan temperatur rendah) yang ditemukan di Indonesia.

Pertama, hal yang perlu diingat adalah bahwa Indonesia secara tektonik terletak pada zona interaksi antar lempeng.

Salah satunya adalah Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi atau menujam ke bawah Lempeng Eurasia (Hall, 2012).

Selain adanya laut dalam , lingkungan tersebut harus kaya akan material organik.  

Baca Juga: Uji Coba Listrik dari Sampah Kembali Berhasil

Gas metana yang terbentuk dari aktivitas mikroba yang “memakan” material organik.

Interaksi antar lempeng ini menyebabkan adanya wilayah laut dalam dan daerah paparan di Indonesia sehingga gas hidrat dapat terbentuk.