Potensi Emas Aceh, Pemerintah Cari Solusi Penetapan Pertambangan

Potensi Emas Aceh
Potensi Emas Aceh, Pemerintah Cari Solusi Penetapan Pertambangan

Potensi emas Aceh yang tersebar di enam kabupaten, namun saat ini belum dieksploitasi secara komersial oleh perusahaan yang mendapat izin resmi dari pemerintah.

Keenam kabupaten yang memiliki deposit logam mulia itu adalah Aceh Jaya, Aceh Selatan (Kecamatan Sawang dan Manggamat), Pidie (Kecamatan Geumpang dan Tangse), Aceh Barat (Kecamatan Lancong, Tutut, dan Panton Reu), Nagan Raya (Kecamatan Krueng Cut/Beutong dan Krueng Kila/Seunagan Timur), dan Kabupaten Aceh Tengah.

Para pendulang di Aceh telah secara turun-temurun mendulang emas, khususnya di daerah Aceh Barat dan Nagan Raya. Tak terkecuali di Geumpang, Pidie.Kegiatan mendulang emas yang dilakuan oleh masyarakat hanya bersifat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (subsisten) saja. Namun, ada juga kegiatan yang sudah bersifat komersial, yakni menambang dengan menggunakan alat berat maupun media pemisah emas secara ilegal/penambangan tanpa izin (Peti) yang dilakukan oleh oknum tertentu secara ilegal. Peti memang terjadi di Aceh meskipun dalam skala kecil dan sporadis.

Baca juga artikel terkait Potensi Emas Aceh: Gaga-Gara Harga Tambang Global, HPE Desember 2019 Ikut Labil

Pemerintah Aceh telah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi aktivitas Peti ini, antara lain, dengan mengeluarkan imbauan Forkopimda terkait larangan penambangan tanpa izin dan larangan menggunakan merkuri dalam kegiatan penambangan.Salah sutunya adalah menyebar poster ke kabupaten/kota tentang bahaya Peti.

Selain itu, Pemerintah Aceh proaktif mencari solusi melalui rencana penetapan wilayah pertambangan rakyat (WPR) yang berada di luar kawasan hutan lindung untuk dapat diusulkan oleh pemerintah kabupaten/kota kepada Pemerintah Aceh.