Potensi Bijih Freeport Masih Cukup Besar

Potensi Bijih Freeport Masih Cukup Besar

Potensi Bijih Freeport Masih Cukup Besar
Potensi Bijih Freeport Masih Cukup Besar

Tambang bawah tanah Freeport juga masih memiliki potensi sumber daya mineral sekitar 2 miliar ton bijih.

Jika dilakukan eksplorasi lanjutan, sumber daya tersebut bisa menjadi tambahan cadangan hingga 1 miliar ton bijih.

Wilayah tambang PT. Freeport Indonesia (PTFI) masih memiliki potensi sumber daya yang melimpah.

Mengandalkan tambang bawah tanah (underground mine), saat ini tambang tembaga di Papua itu memiliki cadangan mineral hingga 1,3 miliar ton bijih yang bisa ditambang sampai tahun 2052.

Di luar tambang bawah tanah yang sedang dikembangkan PTFI ada potensi sumber daya sekitar 2 miliar ton.

Kalau dilakukan eksplorasi lanjutan yang detail, bisa menjadi cadangan separuhnya, tambahan 1 miliar ton.

Cadangan sebesar itu bisa memperpanjang umur tambang hingga 10 tahun-15 tahun.

Tapi, PTFI tidak melakukan eksplorasi lanjutan untuk menambah cadangan tersebut.

Namun berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), PTFI hanya memiliki izin hingga tahun 2041.

Eksplorasi lanjutan atas sumber tidak akan dilakukan karena tidak mine-able.

Tambang terbuka (open pit) PTFI, Grasberg sudah selesai dan tak lagi ditambang sejak 2019.

Sehingga, saat ini pihaknya sudah mengandalkan produksi dari tambang bawah tanah.

Sebelumnya, sudah ada underground mine yang  dikembangkan PTFI, yaitu DOZ Block Cace dan Big Gossan Stope.

Baca Juga: Pasar Belum Stabil, Batu Bara Masih Fluktuatif

Pada masa transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah, PTFI mengembangkan dua blok lagi, yakni blok Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Grasberg Blok Cave yang berada persis di bawah Grasberg open pit.