Pohon Mayang Menjadi Energi Terbarukan

Ternyata Maluku memiliki komoditi unggulan berupa pohon aren (Arenga pinnata MERR) atau yang biasa disebut pohon mayang.

Walaupun memiliki potensi alam besar, ada sebuah kabar tak menguntungkan yang disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Mercy Chriesty Barends.

Kebijakan itu, sekaligus menjadi kendala bagi sejumlah wilayah kepulauan di Maluku yakni masalah elektrifikasi menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Saat ini, kata politisi PDI-P Maluku ini, Menteri ESDM telah mengeluarkan sebuah Keputusan Menteri ESDM untuk tidak lagi membeli genset.

Ini dilakukan dalam rangka mengurangi penggunaan PLTD dengan sumber energi BBM dan memperkuat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

"<yoastmark

Mercy menjelaskan, wilayah lain yang berbasis kontinental/daratan hari ini sudah tidak lagi mengalami masalah yang berat terkait elektrifikasi ini.

“Semuanya beres, mesin dengan seluruh sumber energi telah siap. Namun, yang terjadi di wilayah-wilayah di Timur, ketika mau memulai dengan PLTD kemudian ini dimoratoriumkan. Ini kan sangat tidak fair,” tandasnya.

Lalu apa yang bisa dijejaki pemerintah daerah Maluku untuk mengatasi  hal ini?

Baca Juga : Bisnis Energi Terbarukan Mulai Dilirik Startup

Salah satunya adalah pengembangan energi terbarukan etanol yang diekstrak dari pohon aren.

Pohon aren ternyata bisa diandalkan sebagai solusi dari kebijakan yang telah dikeluarkan Pemerintah Pusat itu.

Ahli kehutanan dan ahli mikrobiologi dari Belanda Willie Smits mengklaim ekstra pohon aren dapat menggantikan bahan bakar minyak.

Ide itu disampaikan Smits dalam acara Sarasehan Energi Bertajuk Kedaulatan Energi Syarat Mutlak Ketahanan Bangsa.

Dia menyebutkan 70 pohon aren di lahan satu hektar dalam tahap produksi menghasilkan rata-rata 13 liter dengan konsentrasi gula 11%.

Jika dikalikan 365 hari dalam setahun, pohon-pohon tersebut menghasilkan 36,5 ton gula.

“Apabila dikonversikan menjadi etanol, volume bio-etanol yang dihasilkan berjumlah 24.000 liter bahan bakar tiap hertar per tahun,” katanya seperti dikutip dalam Bisnis.com.

“Etanol dari pohon aren bisa menekan angka impor BBM Indonesia,” ujarnya.