PLTU Tak Mampu Beralih ke EBT? Benarkah?

PLTU Tak Mampu Beralih ke EBT? Benarkah?

PLTU Tak Mampu Beralih ke EBT? Benarkah?
PLTU Tak Mampu Beralih ke EBT? Benarkah?

Pemerintah Indonesia dinilai perlu mulai menyikapi secara serius dan berkomitmen transisi energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).  

Fabby Tumiwa, sebagai pengamat energi dari Institute for Essential Services Reform (IESR).

Ia menyatakan bahwa saat tren dunia tengah menuju transformasi ke arah EBT seiring semakin terjangkaunya harga listrik dari EBT, terutama pembangkit tenaga surya dan angin.

Menurut sejumlah studi, harga di masa depan listrik dari EBT diproyeksi dapat mampu bersaing secara ekonomis dengan harga listrik dari pembangkit batu bara secara global pada 2030.

Di Indonesia, lanjutnya, harga listrik dari pembangkit surya akan semakin murah dan diproyeksikan akan menyaingi harga dari pembangkit batu bara eksisting pada 2029.

Biaya investasi pembangunan solar PV baru akan lebih murah dibandingkan dengan biaya operasional PLTU eksisting.

Bila pembangunan PLTU terus dilanjutkan di tengah harga EBT yang semakin murah. Akan terdapat potensi penurunan nilai dan kerugian aset PLTU.

Menurut Fabby, penghentian pembangunan PLTU baru menjadi krusial dan harus diimplementasikan sesegera mungkin.

Baca Juga: Bos Freeport Beberkan Nasib Bisnis Pertambangan

“Kita dalam situasi harus tentukan arah perencanaan ketenagalistrikan dalam 10 tahun ke depan. Dengan mengantisipasi bahwa sebelum 2030 sebagian besar PLTU yang sekarang operasi atau yang sedang dibangun tak lagi kompetitif,” ujar Fabby dalam webinar diskusi transisi energi, Selasa (4/8/2020).