PLTU dan PLTGU Dipensiunkan?

Pemerintah rencananya akan mempensiunkan PLTU dan PLTGU yang usianya sudah tua. Nantinya pemerintah akan mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap itu akan digantikan dengan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT).

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, banyak pembangkit tenaga uap yang usianya sudah lebih dari 20 tahun.

PLTU-dan-PLTGU-Dipensiunkan?
PLTU dan PLTGU Dipensiunkan?

Lebih detailnya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap sebanyakan 23 unit di 7 provinsi dengan total kapasitas 5,6 ribu Mega Watt‎ (MW) dan 46 unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap di 5 provinsi dengan total kapasitas 5,9 ribu MW.

“Banyak pembangkit tenaga uap yang usia lanjut atau sudah lama/tua,” kata Arifin, di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Baca Juga : Emil Salim Ungkap SDA Dikuasai Pengusaha Berkepentingan Politik

Puluhan unit pembangkit tenaga uap yang usianya sudah tua tersebut akan digantikan dengan pembangkit listrik yang energinya bersumber dari energi baru terbarukan, seperti tenaga matahari dan air.

PLTU-dan-PLTGU-Dipensiunkan?
PLTU dan PLTGU Dipensiunkan?

“Apakah kita akan gunakan uap kita prefer EBT, bisa di manfaatkan untuk replacement pembangkit listrik tenaga uap,” tuturnya.

Menurut Arifin, pengantian pembangkit tenaga uap yang sudah berusia tua bertujuan agar meningkatkan efisiensi dalam memproduksi listrik. Dengan begitu, tarif listrik bisa terjangkau dan konsumen khususnya sektor industri bisa berkembang.