PLN Tidak Melupakan Pengembangan EBT

PLN tidak melupakan pengembangan EBT

PLN pastikan tidak melupakan pengembangan EBT

Guna menjaga pasokan batubara untuk pembangkit listrik, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berupaya mengakuisisi tambang batubara.

Kegiatan tersebut tidak mempengaruhi rencana perusahaan pelat merah tersebut untuk memaksimalkan sumber energi baru terbarukan (EBT).

Pemerintah telah menargetkan kontribusi EBT mencapai 23% di tahun 2025 mendatang. Pihak PLN tetap berupaya meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) di sektor pembangkit listrik. Untuk EBT sudah diatur dalam RUPTL dan sudah direncanakan proses pemenuhan bauran energinya.

Ada tiga program akuisisi yang dijalankan oleh PLN.

Pertama, program akuisisi tambang untuk penyediaan batubara PLTU Mulut Tambang (MT). Program ini sudah berjalan di PLTU MT Jambi-1 berkapasitas 2×300 MW dan PLTU MT Kalselteng-3 berkapasitas 2×100 MW.

Baca Juga: PLN Revisi Serapan Batu Bara Domestik

Kedua, program akuisisi tambang batubara berikut infrastruktur pendukung untuk mempertahankan keamanan pasokan (security of supply) dan efisiensi biaya penyediaan batubara. Program ini sudah berjalan di Sumatera Selatan yang mana PLN Group memiliki sebagian saham tambang.

Ketiga, program kerja sama tambang untuk pemanfaatan batubara lokal yang berlokasi dekat dengan PLTU.

Berdasarkan hasil pemetaan dan riset yang dibuat oleh konsultan nilai kalori batubara untuk pembangkit PLN sangat bergantung dari kondisi tambang yang tersedia di sekitar PLTU.

PLN pun akan mempertimbangkan ketersediaan anggaran belanja apabila hendak mengakuisisi tambang batubara lagi di masa-masa mendatang.

Baca Juga: PLN Gencar Akuisisi Lahan Tambang

Dalam RUPTL PLN periode 2019-2028, kebutuhan batubara untuk pembangkit PLN diprediksi meningkat hingga 152,63 juta ton pada tahun 2028.

Sedangkan di tahun lalu, realisasi pasokan batubara PLN tercatat sebesar 97,72 juta ton.

Masih merujuk RUPTL, total kapasitas PLTU akan mencapai 27 GW atau 48% dari total kapasitas pembangkitan listrik nasional. PLN pada dasarnya punya semangat untuk terus melangsungkan proyek ketenagalistrikan 35.000 MW, termasuk di dalamnya memastikan ketersediaan batubara yang andal untuk PLTU-PLTU perusahaan ini.

Akuisisi tambang batubara hanya menjadi salah satu langkah PLN untuk memenuhi kebutuhan tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh perusahaan listrik di negara-negara lainnya.