PLN Tambah Gas saat Stok Batu Bara Awal 2021 Menipis

Must read

PT PLN (Persero) akhirnya memutuskan beralih ke gas saat stok batu bara mulai terganggu dan menipis di awal tahun 2021 karena  terjadi banjir di Kalimantan Selatan.

Dalam langkahnya, PLN akan menambah gas untuk mengoperasikan pembangkit listriknya serta menjaga agar pasokan listrik kepada masyarakat tetap andal dan aman.

Menurut data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PLN pun meminta tambahan empat kargo gas alam cair (LNG) pada kuartal I 2021.

“Realisasi LNG di kuartal I 2021 peningkatan memang, karena PLN ada kebutuhan yang cukup mendesak, tambahan kurang lebih ada empat kargo di Kuartal I dan empat kargo di kuartal II,” katanya pada Senin (26/04/2021).

Selanjutnya, di kuartal II telah diagendakan pengiriman tambahan empat kargo LNG lagi kepada PLN.

Baca Juga : Rekor! Harga Tembaga Kokoh setelah Satu Dekade

“SKK Migas dan penjual LNG berkoordinasi intensif dengan PLN maupun pembeli existing agar pengiriman kargo LNG dapat menyesuaikan dengan jadwal kebutuhan PLN,”ujarnya.

Ia menambahkan, sejak Januari 2021 pasokan batu bara PLN mengalami gangguan. Oleh karenanya, untuk keandalan pasokan, khususnya di Pulau Jawa, unit penyimpanan dan regasifikasi terapung (Floating Storage and Regasification Unit/ FSRU) Nusantara Regas dituntut untuk dipasok kargo LNG setiap tujuh hari.

Dijelaskan olehnya, pada Januari 2021, pasokan LNG untuk PLN sebesar 4,2 kargo, turun tipis dari Januari 2020 yang sebanyak 4,3 kargo. Kemudian pada Februari 2021, pengiriman LNG ke domestik, khususnya PLN meningkat menjadi 6,5 kargo dibandingkan 4,2 kargo pada periode yang sama 2020. Selanjutnya, pada Maret 2021 pasokan LNG untuk PLN mencapai 6,2 kargo, lebih tinggi dibandingkan Maret 2020 yang sebesar 4,9 kargo.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article