PLN Getol Akuisisi Tambang Batu Bara

1
37

Perusahaan setrum pelat merah ini juga akan mempertimbangkan ketersediaan anggaran belanja apabila hendak mengakuisisi tambang batubara lagi di masa mendatang.

Adapun nilai investasi untuk akuisisi tambang batubara sangat bergantung dari lokasi dan akses area tambang yang bersangkutan.

Kendati begitu, strategi akuisisi tetap dilakukan PLN seiring tingginya kebutuhan batubara untuk pembangkit-pembangkit di Indonesia.

Bentuk akuisisi yang dilakukan PLN pun bervariasi. Di Aceh misalnya, PLN melakukan kerja sama tambang untuk pemanfaatan batubara lokal yang berlokasi dekat dengan PLTU.

Harapannya, PLN bisa mengurangi beban biaya transportasi dan pengangkutan batubara dari kawasan tambang ke PLTU.

“Kerja sama tambang lokal ini sudah dilaksanakan di PLTU Nagan Raya yang berada di Aceh,” ujar Arsya.

PLN juga punya strategi akuisisi tambang batubara beserta infrastruktur pendukung untuk mempertahankan keamanan pasokan (security of supply) dan efisiensi biaya penyediaan batubara.

Program ini sudah berjalan di Sumatra Selatan yang mana PLN memiliki sebagian saham tambang batubara.

Dalam RUPTL PLN periode 2019-2028 yang dikutip dari berita Kontan sebelumnya.

Kebutuhan batubara untuk pembangkit PLN diprediksi meningkat hingga 152,63 juta ton pada tahun 2028.

Sedangkan di tahun lalu, realisasi pasokan batubara PLN tercatat sebesar 97,72 juta ton.

Total kapasitas PLTU sendiri diproyeksikan mencapai 27 GW atau 48% dari total kapasitas pembangkitan listrik nasional.

Oleh karena itu, akuisisi tambang batubara menjadi salah satu langkah PLN untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh perusahaan listrik di negara-negara lainnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here