PLN Gencar Akuisisi Lahan Tambang

PLN Gencar Akuisisi Lahan Tambang

PLN Gencar Akuisisi Lahan Tambang
PLN Gencar Akuisisi Lahan Tambang

PT. PLN (Persero) sedang bergerilya melakukan akuisisi lahan tambang demi mengamankan sumber energi listrik nasional.

Akuisisi lahan batu bara dilakukan PLN guna menjamin stok bahan baku produksi listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Kebutuhan PLN akan batu bara diproyeksikan akan terus naik, seiring proyek kelistrikan 35 ribu megawatt (MW). Tahun ini, PLN  butuh batu bara sebanyak 109 juta ton.

Sedangkan tahun depan, jumlahnya akan meningkat menjadi 121 juta ton. Lalu pada 2022 akan naik lagi menjadi 129 juta ton.

Puncaknya pada 2028, kebutuhan batu bara untuk PLTU mencapai 153 juta ton. Tapi, direvisi menjadi 141,2 juta ton karena terdampak wabah virus corona. 

“Jadi proyeksi kebutuhan batu bara akan terus meningkat. Di 2028 kebutuhan batu bara jadi 141,2 juta ton,” ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (25/8). 

Karena kebutuhan batu bara yang terus naik, PLN perlu memastikan ketersediaan bahan bakunya.

Selain kontrak jangka panjang dengan perusahaan tambang besar, PLN juga getol mengakuisisi lahan tambang batu bara.

Perusahaan memang memiliki anak usaha di bidang batu bara yakni PLN Batu Bara.

“Kami memerlukan jaminan pasokan. Nah salah satu caranya adalah dengan memiliki lahan tambang dengan persentase tertentu sesuai spesifikasi yang diperlukan,” ujar Zulkifli. 

Sampai saat ini, tiga strategi pengamanan pasokan batu bara melalui akuisisi lahan tambang dan infrastrukturnya yang dijalankan PLN. Rencananya, akuisisi lahan ini akan diperluas. 

Baca Juga: Kampus Pertambangan Terbaik di Dunia

Pertama, akuisisi tambang untuk penyediaan batu bara PLTU Mulut Tambang. Program ini sudah berjalan di PLTU Mulut Tambang Jambi-1 berkapasitas 2×300 MW.