Petrosea Siapkan Capex US$100 Juta Pada 2021

Must read

Petrosea Siapkan Capex US$100 Juta Pada 2021

Petrosea-Siapkan-Capex-US$100-Juta-Pada-2021
Petrosea Siapkan Capex US$100 Juta Pada 2021

Perusahaan kontraktor pertambangan PT Petrosea Tbk (PTRO) berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan bisnis di tahun depan.  

Perusahaan ini pun akan menyediakan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$ 100 juta pada tahun 2021. 

Romi Novan Indrawan, Direktur Petrosea menyampaikan, mayoritas penggunaan capex PTRO di tahun depan untuk menopang proyek jasa pertambangan di Kideco Jaya Agung, termasuk di dalamnya untuk mempertahankan volume produksi di tambang tersebut.

Selain itu, PTRO juga akan menggunakan dana belanja modalnya untuk lini bisnis engineering, procurement and construction (EPC). 

Tak ketinggalan, PTRO juga mengalokasikan belanja modal di tahun depan untuk ekstensifikasi bisnis, dalam hal ini memperkuat digitalisasi di segala lini bisnis anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) tersebut.  

PTRO sudah memiliki akses terhadap berbagai fasilitas pinjaman perbankan sebagai sumber pendanaan capex di tahun depan. 

Hingga kuartal III-2020, PTRO telah menyerap capex sekitar US$ 23,6 juta. Jumlah tersebut memang cenderung rendah daripada tahun sebelumnya.

Mengingat perusahaan ini berupaya lebih efisien dalam mengeluarkan biaya di tengah pandemi Covid-19 yang merebak di Indonesia.

Lebih lanjut, manajemen PTRO tetap berusaha mendapatkan kontrak-kontrak jasa pertambangan maupun EPC yang baru. 

Meski tidak disebut secara rinci, Novan mengatakan bahwa pihaknya saat ini sudah mendapat satu kontrak baru di sektor jasa tambang yang prosesnya sudah mendekati final.

Kontrak EPC yang sedang dan akan terus dikerjakan oleh Petrosa (PTRO) untuk proyek tambang emas Awak Mas. 

Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap Front End Engineering Design (FEED). 

Pada 23 Maret 2020 lalu PTRO menandatangani perjanjian pemberian jasa FEED untuk proyek tambang emas Awak Mas senilai US$ 11,45 juta dengan masa 40 minggu dari tanggal kontrak. 

Baca Juga: Kideco Kembali Raih Penghargaan Tingkat Nasional

PTRO optimistis perolehan kontrak di tangan atau backlog akan meningkat di masa yang akan datang. 

Berkaca pada akhir tahun 2019, PTRO menggenggam kontrak di tangan sebanyak US$ 500 juta.

Sedangkan per Oktober 2020, perusahaan ini sudah memperoleh kontrak di tangan yang akan dikerjakan mencapai US$ 812 juta. 

Tren pertumbuhan ini diyakini akan berlanjut di tahun 2021 seiring beberapa strategi yang dijalankan PTRO. 

Berbagai strategi tersebut diantaranya seperti melakukan intensifikasi kegiatan pada kontrak yang sudah ada maupun menambah kontrak baru.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article