Petrosea Raih Laba Bersih US$ 31,18 Juta di Tahun 2019

Petrosea Raih Laba Bersih US$ 31,18 Juta di Tahun 2019

Petrosea-Raih-Laba-Bersih-US$-31,18-Juta-di-Tahun-2019
Petrosea Raih Laba Bersih US$ 31,18 Juta di Tahun 2019

PT. Petrosea Tbk (PTRO) membukukan kinerja keuangan yang positif di sepanjang tahun lalu. Perusahaan konstruksi dan jasa pertambangan bagian dari Indika Grup ini berhasil mencetak laba bersih sebesar US$ 31,18 juta di 2019.

Angka itu tumbuh 35,8% dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, PTRO membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 22,96 juta.

Adapun, total pendapatan PTRO di tahun lalu tercatat sebesar US$ 476,44 juta. Tumbuh 2,3% dari capaian tahun lalu yang sebesar US$ 465,74 juta.

“Di tengah volatilitas harga batubara thermal dan kondisi ekonomi global yang kurang kondusif. PTRO berhasil mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang menggembirakan,” ungkap Presiden Direktur PTRO Hanifa Indradjaya dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Jum’at (20/3).

Hanifa menjelaskan, dari capaian tersebut, kontribusi dari lini bisnis kontrak pertambangan masih paling dominan dengan 60,25% terhadap total pendapatan.

Baca Juga: Menambah Kepemilikan Saham Petrosea (PTRO)

Sementara kontribusi dari lini bisnis rekayasa dan konstruksi mencapai 20,50%. Sisanya berasal dari lini bisnis logistik & support services mencapai 18,66% dari total pendapatan PTRO.

“Pencapaian kami sepanjang tahun lalu didorong oleh berbagai inisiatif strategis dan upaya transformasi guna memastikan sustainable superior performance untuk tahun-tahun mendatang,” sambung Hanifa.

Hanifa pun menyebut, transformasi kegiatan operasional PTRO melalui digitalisasi telah mendapatkan pengakuan internasional.

“Pencapaian kami sepanjang tahun lalu didorong oleh berbagai inisiatif strategis dan upaya transformasi guna memastikan sustainable superior performance untuk tahun-tahun mendatang,” sambung Hanifa.

Hanifa pun menyebut, transformasi kegiatan operasional PTRO melalui digitalisasi telah mendapatkan pengakuan internasional.

Petrosea dipilih oleh World Economic Forum sebagai satu-satunya perusahaan tambang dan perusahaan milik Indonesia yang masuk ke dalam Global Lighthouse Network.