Petrosea Pastikan Pemenuhan Likuiditas dan Capex

Petrosea Pastikan Pemenuhan Likuiditas dan Capex

Petrosea-Pastikan-Pemenuhan-Likuiditas-dan-Capex
Petrosea Pastikan Pemenuhan Likuiditas dan Capex

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PTRO pada 13 April 2020, diputuskan pembagian dividen tunai final tahun buku 2019 senilai US$7 juta.

Jumlah itu setara US$0,00694 per saham yang akan dibayarkan pada 15 Mei 2020.

PT. Petrosea Tbk. memastikan keputusan pembagian dividen tahun buku 2019 telah melalui pertimbangan yang matang.

Petrosea mengantongi pendapatan US$476,44 juta pada 2019. Realisasi itu naik 2,30 persen dari US$465,74 juta periode 2018.

Dari situ, emiten bersandi PTRO tersebut membukukan laba bersih US$31,18 juta per 31 Desember 2019. Pencapaian itu tumbuh 35,80 persen dibandingkan dengan US$22,96 juta pada 2018.

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PTRO pada 13 April 2020, diputuskan pembagian dividen tunai final tahun buku 2019 senilai US$7 juta.

Jumlah itu setara US$0,00694 per saham yang akan dibayarkan pada 15 Mei 2020.

Hanifa Indradjaya, Presiden Direktur Petrosea mengatakan pembagian dividen itu telah melalui pertimbangan yang matang.

Artinya, perseroan telah memperhatikan kondisi perusahaan saat ini termasuk pemenuhan kebutuhan likuditas jangka panjang dan belanja modal.

“Serta selaras dengan pelaksanaan atata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu (6/5/2020).

Hanifa mengklaim perseroan mampu mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang menggembirakan di tengah volatilitas harga batu bara termal dan kondisi ekonomi global pada 2019.

Menurutnya, pencapaian sepanjang tahun lalu didorong oleh berbagai inisiatif strategis dan upaya transformasi guna memastikan sustainable superior performance perusahaan untuk tahun-tahun mendatang.

Sebagai catatan, saat ini PT. Indika Energy Tbk. menjadi pemegang saham mayoritas perseroan dengan komposisi 69,801 persen per 30 April 2020.

Selain Grup Indika, investor Lo Kheng Hong tercatat memegang kepemilikan saham sebesar 14,948 persen.

PTRO bergerak di bidang jasa kontrak pertambangan, infrastruktur, serta jasa pendukung minyak dan gas bumi. Perseroan tercatat telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 1990.