Petrosea Masuk Forbes Berkat Digitalisasi

Petrosea Masuk Forbes Berkat Digitalisasi

Petrosea Masuk Forbes Berkat Digitalisasi
Petrosea Masuk Forbes Berkat Digitalisasi

Dalam kategori 50 perusahaan terbaik versi Forbes Indonesia, PT Petrosea Tbk menyabet posisi ke-43.

Pencapaian tersebut diraih berkat penerapan digitalisasi dalam operasional proyek perusahaan.

Seleksi penyaringan 50 perusahaan terbaik dilakukan pada 700 perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

Setelah melewati proses seleksi, Petrosea terpilih menduduki urutan ke-43.

Salah satu potret digitalisasi yang dilakukan Petrosea, yaitu memulai transformasi digital pada kegiatan pertambangannya sejak dua tahun lalu.

Seperti optimized truck dispatch, real-time performance monitoring dan predictive maintenance.

Dengan menggunakan sensor mereka mampu menjadwalkan pemeliharaan truck dan mengefisienkan penggunaan kendaraan untuk juga mencegah kerusakan dini.

Pada sisi lain, Petrosea juga dinilai sukses mengimplementasi teknologi revolusi industri 4.0 untuk memacu kinerja finansial dan operasional di proyek Tabang, sebuah proyek tambang yang berlokasi di Kalimantan Timur.

Berkat terobosan tersebut, Petrosea juga dipilih oleh World Economic Forum untuk masuk ke dalam Global Lighthouse Network pada acara Annual Meeting of the Champions, yang diselenggarakan tahun lalu di Dalian, China.

Bagi Petrosea, transformasi digital dalam usaha tambangnya merupakan suatu usaha untuk dapat tetap bertahan dalam suasana seperti sekarang ini.

Baca Juga: Petrosea Muncul di Forbes Indonesia

President Director Petrosea, Hanifa Indradjaya, menyatakan “ancaman mendasar” suatu perusahaaan adalah perubahan industri, yaitu bertambah ketatnya peraturan industri dan kuatnya tekanan masyarakat pada masalah lingkungan.

Petrosea bukanlah pemain besar dalam industri tambang, sehingga membuat mereka sedikit lebih rentan, kata Hanifa.

“Jika kami ingin tetap bertahan, status quo merupakan suatu keharusan, bukan pilihan lagi,” imbuhnya.