Petrosea dan Schneider Jadi Contoh Industri 4.0

Petrosea
Industri 4.0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjuk Schneider di Batam dan Petrosea di Tangerang, Banten, sebagai pabrik percontohan bagi penerapan industri 4.0. Langkah ini menjadi bagian dari usaha mengoptimalkan potensi dari penerapan ekonomi digital pada era industri 4.0.

“Kemudian, telah ditunjuk lighthouse atau pabrik percontohan bagi penerapan industri 4.0 yang sudah menggunakan artificial intelligence (AI) dan internet of things (IoT), antara lain Schneider di Batam dan Petrosea di Tangerang, Banten,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, dalam siaran persnya, Sabtu (5/10).

Baca Juga: Daya Serap Pekerjaan Tambang untuk Sarjana

Penerapan ekonomi digital diproyeksi mampu mendorong peningkatan pada pertumbuhan ekonomi hingga 1-2%. Ekonomi digital diyakini pula bisa menyerap lebih dari 10 juta tenaga. Pasalnya, berdasarkan studi Mckinsey, didorongnya ekonomi digital, Indonesia akan membutuhkan 17 juta tenaga kerja yang melek digital. Dengan komposisinya 30% di industri manufaktur dan 70% di industri penunjang. Sehingga, nantinya mendorong tambahan ekonomi sebesar US$150 miliar kepada ekonomi Indonesia.

Keberadaan digitalisasi ekonomi juga bisa memaksimalkan kontribusi industri manufaktur menjadi 25% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Hal ini sesuai target yang terdapat dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Airlangga menambahkan, total pengguna ponsel pintar di Indonesia yang mencapai 60 juta jiwa. Tak heran jika dalam waktu cepat Indonesia sudah punya empat unicorn, jumlah terbanyak di Asia Tenggara. Oleh karena itu, dipilih sektor-sektor andalan yang mampu memberikan dampak besar dalam implementasi industri 4.0 di Indonesia.

Peta jalan implementasi Industri 4.0 tersebut, telah dipersiapkan berbagai inisiatif strategis untuk masing masing sektor prioritas. Lima sektor yang dipilih menjadi prioritas, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik serta kimia-biokimia.