Perusahaan Tambang Wajib Sisihkan 1% Laba

Perusahaan Tambang Wajib Sisihkan 1% Laba

Perusahaan Tambang Wajib Sisihkan 1% Laba
Perusahaan Tambang Wajib Sisihkan 1% LabaPerusahaan Tambang Wajib Sisihkan 1% Laba

Demi menjaga cadangan batu bara tanah air, juga sebagai upaya strategis menemukan potensi cadangan baru batu bara, pemerintah mewajibkan perusahaan menyediakan dana ekplorasi. 

Dengan begitu perusahaan batu bara dikenakan kewajiban menyediakan dana ketahanan cadangan mineral dan batu bara yang akan digunakan untuk kegiatan eksplorasi penemuan cadangan baru.

Hal tersebut sudah diamanatkan dalam Undang-Undang No.3 tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara, tepatnya Pasal 112A.

Lalu, berapa besaran dana ketahanan cadangan yang akan diwajibkan kepada perusahaan tambang ini?

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif. Ia mengatakan, sampai saat ini pemerintah memang belum memutuskan besaran dana ketahanan cadangan yang wajib disediakan perusahaan tambang.

Namun ada sejumlah usulan seperti dari Asosiasi Geologi dan Pertambangan bila dana ketahanan cadangan ini sekitar 1% dari keuntungan (net profit) perusahaan.

“Besaran dana ketahanan sendiri masih dalam proses, belum ditentukan besarannya berapa. Beberapa masukan dari Asosiasi Geologi dan Pertambangan Indonesia memasukkan angka yang belum kita finalkan, yaitu sekitar 1% dari net profit,” tutur Irwandy kepada CNBC Indonesia, Rabu (23/09/2020).

Berdasarkan kajian yang dilakukan, menurutnya beberapa negara bahkan ada yang menetapkan besaran dana ketahanan cadangan mencapai 2,5%-10% dari laba bersih perusahaan.

Persentase yang tinggi menurutnya diterapkan di sejumlah negara maju.

Kendati demikian, lanjutnya, pemerintah akan mempertimbangkan skala perusahaan sebagai penentu besaran dana cadangan ini, sehingga diharapkan tidak mengganggu arus kas perusahaan.

Artinya, tidak menutup kemungkinan bila perusahaan dengan skala besar akan ditetapkan besaran dana yang lebih besar ketimbang perusahaan menengah dan kecil.

Baca Juga: Badan Pengelola Energi Terbarukan

Begitu pun dengan jenis komoditas, menurutnya kemungkinan besaran dana untuk komoditas mineral dan batu bara juga akan dibedakan.

“Pemerintah tetap memperhatikan dana ketahanan cadangan ini tidak mengganggu arus kas perusahaan di dalam melakukan aktivitas,” ujarnya.